mayangkoto

my story, my life


Tinggalkan komentar

Mengenang Gempa Sumbar

7 Tahun yang lalu tepatnya tanggal 30 September 2009, provinsi Sumatera Barat diguncang gempa besar berkekuatan 7.9 SR. Seribu lebih warga menjadi korban pada gempa itu. Saya ingin membagi pengalaman saya ketiga gempa itu datang

Saat itu masih dalam suasana idul fitri, kalau tidak salah kejadiannya 10 hari setelah lebaran. Saya masih kuliah pada saat itu. Sore setelah pulang kuliah saya sedang menunggu sinetron favorit tayang di tv😀 . Karena puasa jam tayangnya berubah, jadi sampai tanggal 30 itupun jam tayangnya masih sama seperti waktu bulan puasa. Sedang asyik menunggu di depan tv terasa bumi bergetar. Gempa kata saya dalam hati, tapi saya tidak beranjak dari depan tv karena saya pikir ini hanya gempa kecil biasa. Tapi ternyata gempanya tambah lama tambah kencang. Langsung lari, teringat adik masih di kamar saya masuk ke kamar untuk bawa si adik keluar. Perjuangan sekali untuk bisa keluar rumah, cuma beberapa meter saja padahal. Tapi susah keluar karena goncangannya hebat sekali. Jadi terpaksa merangkak. Sudah merangkak pun masih susah juga, karena saya harus bantu adik saya juga untuk keluar karena waktu itu dia masih 4 tahun. Alhamdulillah akhirnya bisa sampai juga keluar. Kami duduk di jalanan seperti yang dilakukan juga oleh tetangga lain. Karena memang tidak bisa berdiri. Saya cuma bisa berucap Ya Allah, Ya Allah berulang kali. Sempat bertanya dalam hati pada tuhan “Ya Allah akan sampai di sinikah umur hamba?” (Syukur alhamdulillah masih diberi umur sampai sekarang🙂 ). Akhirnya gempa berhenti, alhamdulillah rumah yang kami diami tidak apa-apa. Hanya retak-retak sedikit. Begitupun rumah tetangga yang lain. Kalaupun rusak, hanya sedikit saja. Atau rubuh sedikit, secara keseluruhan rumah-rumah di komplek kami baik-baik saja. Karena gempanya besar, dikhawatirkan akan terjadi tsunami. Rumah kami masuk zona bahaya tsunami, akhirnya ayah bilang untuk siap-siap pergi mengungsi. Kemana? menjauhi laut tentunya. Pergi ke arah atas, pokoknya sampai jalan by pass itu sudah aman. Motor hanya ada 1, akhirnya ayah dan ketiga adik saya naik motor. Sementara saya dan mama jalan kaki. Diputuskanlah kami pergi menggungsi ke pisang (dulu pernah tinggal di sana), mau nebeng ke rumah tetangga lama hehehe. Kalau yang lain banyak yang mengungsi ke Universitas Andalas, memang jauh sekali dari laut. Tapi dingin di sana kalau malam

Jadilah saya dan mama jalan kaki ke Pisang. Macet luar biasa, saya dan mama saja susah mau jalan. Apalagi kendaraan. Ada himbauan untuk memarkirkan saja mobilnya, lalu jalan kaki ke by pass. Jadi waktu keesokan harinya banyak mobil terparkir di tepi jalan. Akhirnya kami sampai simpang by pass di Andalas, perjuangan masih panjang untuk menuju ke Pisang. Setelah setengah perjalanan ada angkot lewat, akhirnya naik itu dan sampailah ke Pisang. Listrik padam, jadi gelap-gelapanlah malam itu. Disediakan makan malam oleh tetangga kami itu, padahal waktu itu mama habis masak nasi di rumah😀 . Alhamdulillah dapat tempat menginap, sementara yang lain mungkin harus tidur di jalan karena tidak ada tempat menumpang atau rumahnya hancur😦 . Keesokan paginya kami diantar pulang oleh si tetangga yang kebetulah juga ada perlu mau ke bawah. Karena waktu mengungsi itu maghrib saya tidak sempat melihat-lihat kedahsyatan gempa. Pagi itu baru melihat banyak bangunan yang hancur lebur😦 . Masjid Muhammadiyah di Simpang Haru yang memiliki 2 tingkat, ketika itu tinggal satu tingkat saja. Banyak ruko yang benar-benar hancur di sepanjang jalan Andalas-Sawahan. Sepanjang jalan banyak terlihat mobil-mobil terparkir tanpa ada orang di dalamnya. Itu yang akhirnya memarkirkan mobil dan meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki karena kemacetan yang luar biasa.

Setelah sampai di rumah, dapat kabar istri tetangga meninggal terkena reruntuhan hotel ambacang. Ceritanya tante ini beserta dua orang keponakannya pergi makan di KFC Ambacang. Di hotel ambacang itu ada gerai KFC. Pasti tahu ya, soalnya di TV banyak sekali diberitakan tentang Hotel Ambacang ini, karena kerusakannya parah sekali. Waktu gempa, dia sudah keluar bersama seorang keponakannya. Tapi melihat keponakannya yang seorang tidak ada, dia berpikir keponakannya masih di dalam. Jadilah dia masuk lagi ke dalam bersama keponakan yang satunya. Padahal si keponakan yang satunya lagi ini sudah keluar. Jadilah tante ini beserta seorang keponakannya tewas tertimpa runtuhan bangunan. Sementara si keponakan yang satunya cepat-cepat lari pulang untuk memberi kabar pada keluarganya. Ada juga cerita si mama, temannya ijin ke suaminya pergi ke pasar. Tapi waktu gempa itu sampai malamnya, keesokan paginya tidak juga kunjung pulang. Mungkin juga menjadi korban reruntuhan Pasar Raya Padang.

Kami bersyukur waktu gempa terjadi kami sekeluarga lengkap ada di rumah semua. Kalau tidak, pasti sudah kalang kabut karena sinyal ponsel mati. Keluarga di kampung juga alhamdulillah selamat. Selama beberapa minggu rumah kami tanpa listrik karena travonya entah jatuh, entah rusak, jadi harus menunggu travo yang didatangkan dari Pulau Jawa. Menyiksa juga, karena tidak bisa nonton tv, tidak ada lampu kalau malam. Ketika travonya tiba dan dipasang kami bersyukur sekali karena listrik akhirnya menyala kembali.

Alhamdulillah tidak terjadi tsunami. Kalau tsunami, pasti korban jiwanya lebih besar. Karena tetangga saya saja banyak yang tidak pergi mengungsi. Diramalkan gempa besar masih berpotensi terjadi di Sumbar. Gempa besar dan tsunami sudah tercatat dalam sejarah sumbar sebelumnya. Di Pariaman ada tempat yang bernama Galombang, tidak seberapa jauh dari rumah kami di kampung. Saya bertanya pada amak, kenapa tempat itu bernama Galombang? Kata amak, dulu pernah air laut naik. Galombang (gelombang) airnya sampai ke situ. Itu sebabnya tempat itu diberi nama galombang. Suatu bukti bahwa tsunami pernah terjadi di pesisir barat Sumatra tengah.

Gempa besar ini memicu eksodus besar-besaran orang-orang tionghoa keluar sumbar. Padahal eksodus besar-besaran ini tidak terjadi waktu kerusuhan Mei 98. Sampai saat ini, masih banyak rumah-rumah di kawasan pecinan kota Padang, yang setelah gempa dibiarkan begitu saja, karena sudah ditinggalkan pemiliknya pergi merantau ke luar sumbar. Padahal banyak diantaranya merupakan bangunan lama jaman belanda. Kalau teman-teman berkunjung ke Kota Padang dan singgah ke kota tua di sekitaran batang Harau, teman-teman masih bisa melihat bangunan yang hancur pasca gempa. Masih belum tersentuh sampai sekarang.


Tinggalkan komentar

Mejengin Harta Karun

Grup Komunitas Kristik Nusantara atau yang biasa disingkat sebagai KKN biasanya selalu bikin kuis setiap minggu. Kuisnya macam-macam, ada kumis, kumat, dan kusam. Kumis kepanjangan dari kuis kamis, kumat kuis jumat, dan kusam kuis sabtu minggu. Hadiahnya macam-macam, ada kit, ada voucher, dll. Kadang ada kuis di akhir bulan yang hadiahnya berupa makanan/souvenir dari daerah-daerah di Indonesia. Kalau si kumis, kumat, kusam biasanya sih kuisnya gak susah kok🙂 . Kalo yang hadiahnya makanan/souvenir itu baru deh, harus pajang foto kristik yang berhasil diselesaikan di bulan itu, syusyah sekali😛 .

Saya kadang ikut kuis kumis/kumat/kusam. Liat-liat pertanyaannya dan hadiahnya😆 . Kalau kuis akhir bulan itu baru sekali ikut. Lah ngekristiknya lelet sekali, apa yang bisa diharapkan selesai😀 . Jadi sampai sekarang saya belum berhasil menang sekalipun😀 . Untuk kumis minggu ini, disuruh pajang semua kit yang dimiliki. Hadiahnya 1 Bungkus Garret Popcorn rasa Matcha Size S untuk satu orang pemenang. Hadiah yang lumayan menarik. Katanya popcorn ini lagi kekinian. Entahlah saya belum nyoba. Ada yang jual di facebook, harganya deng 100ribuan😯 .Untuk beberapa orang, ini kuis yang berat dan berbahaya. Untuk saya pribadi ini agak berbahaya. Kalau mama lihat waduh saya gak tahu bakal diceramahin seperti apa😀 . Makanya foto-fotonya cukup di kamar saja

Ternyata udah banyak nih koleksi saya. Udah habis duit berapa juta? Jangan ditanya kalau itu😀 . Bagi sebagian orang mungkin dibilang buang-buang duit kali ya. Kalau untuk kami pecinta kristik ya enggak dong. Ini bisa dibilang sebagai investasi. Apalagi yang kit-kit dari eropa/amerika. Kalau kepepet alias BU alias butuh uang, kit-kit ini bisa dilego😀 . Yang kit-kit bajakan china aja masih bisa dijual. Apalagi untuk kit-kit dimensions yang sudah discontinued alias sudah tidak diproduksi lagi, yang minat banyaaak😀 . Tapi saya sampai sekarang gak mau ngelepas kit-kit discontinued milik saya. Sayaaaaaang banget, mau dikerjain aja sayang😀 . Biarlah untuk sementara ini mereka anteng di dalam kemasannya😀

Banyak kristikers yang gak mau ikutan mejengin harta karunnya nih. Ada yang takut ketahuan terus dimarahin suami, ada yang takut dimarahin mamanya kayak saya😀 . Saya kalau ada paket yang datang ke rumah aja rasanya deg-degan. Si mama selalu tanya. “Beli apa lagi tu?” . “Itu melulu yang kamu beli, yang dikerjain satupun belum ada yang selesai udah nambah lagi” . Saya biasanya diam aja sih. Si mama juga palingan ngomongnya begitu aja, tau kali ya anaknya beli pake duit sendiri jadi ya terserah mau beli apa hehehe

Untuk saat ini kayaknya mau puasa beli kit dulu. Karena sekarang mata saya selalu jelalatan tiap lihat kain-kain cantik, duh😦


6 Komentar

Tradisi Berkurban di Minangkabau

Orang Indonesia beberapa hari ini sedang senang karena bisa menikmati daging kurban yang dibagikan pada Idul Adha kemarin. Tapi saya amat-amati ada beberapa perbedaan tradisi orang di sini dengan orang-orang di tempat lain. Terutama di Pulau Jawa, karena banyak liputannya di TV.

Dikatakan bahwa berkurban seekor kambing lebih utama daripada berkurban dengan sistem saham 7 orang berkongsi untuk satu ekor sapi. Tapi orang Minang lebih suka berkongsi kurban sapi daripada berkurban seekor kambing. Beda sekali dengan yang saya lihat di TV. Kalau di pulau Jawa banyak yang saya lihat menabung untuk membeli kambing kurban. Di tempat tinggal saya ada dua mesjid, satupun tidak ada orang yang berkurban kambing. Kalau di sini pihak masjid yang mengkoordinir pembelian hewan kurban. Kalau di tempat lain apakah sama juga dengan di sini? Atau beli kurbannya sendiri-sendiri lalu diserahkan ke mesjid?

Lalu agak kaget juga melihat berita di tv. Pada berdesak-desakan demi mendapatkan kupon kurban. Soalnya kalau di sini, kupon kurban itu diantarkan langsung ke rumah. Mau yang menerima kupon itu orang berada kek, orang tidak berpunya kek, tidak ikut kurban kek, non muslim kek, semua mendapat kupon kurban. Dulu di tempat tinggal saya yang lama, tetangga kami yang bule amerika juga dapat kupon daging kurban lo🙂 . Terus ada teman facebook saya yang buat status yang intinya kok di desa pembagian daging kurban bisa rata?. Berarti di kota tidak merata ya pembagian dagingnya?

Biasanya untuk 1 kupon dapat sekilo daging kurban. Babat/isi perut dan tulang biasanya dibagikan secara terpisah. Daging kurbannya dibuat apa? Sudah pasti rendang kalau tidak ya dendeng🙂 . Babatnya digulai, tulangnya disup. Di Pulau Jawa saya lihat tradisinya bakar sate ya. Tapi di sini tidak ada tradisi bakar sate, karena yang kurban kambing jarang. Biasanya pun orang minang tidak pernah membuat sate kambing. Kambing biasanya digulai saja. Karena untuk orang Minang sendiri mengolah daging kambing itu sulit. Tidak semua pandai mengolah daging kambing. Mungkin karena alasan ini makanya orang minang jarang berkurban kambing hehehe

Itu sedikit cerita tentang tradisi berkurbannya orang minang. Bagaimana dengan tradisi berkurban di tempat tinggal teman-teman?


2 Komentar

Baik Menurut Manusia Belum Tentu Baik Menurut Tuhan

Baru beberapa hari yang lalu saya memposting artikel tentang doa yang kalau belum atau tidak dikabulkan oleh Tuhan, mungkin karena Tuhan menganggap yang kita harapkan itu bukanlah yang terbaik untuk kita. Dan itu terjadi pada saya. Ceritanya saya minta petunjuk, apakah sesuatu yang sedang saya jalankan itu baik atau buruk. Menurut saya sih baik. Terlihat baik di luar, di dalam belum tentu. Makanya saya minta petunjuk, tolong dikasih lihat/ dikasih gambaran. Baru beberapa kali berdoa, langsung dijabah, dahsyat luar biasa pokoknya. Cukup satu petunjuk saja yang diberikanNya, langsung saya tahu kalau sesuatu itu ternyata tidak baik untuk saya.

Lega, bersyukur, karena langsung diperingatkan di awal olehNya. Tapi sekaligus saya merasa kecewa juga. Karena saya lumayan berharap dan karena saya berpikir ini baik, tapi ternyata menurutNya tidak begitu. Dalam doa saya mengucapkan terima kasih sekaligus kembali meminta ganti yang lebih baik😀

Tuhan itu Maha Pengasih dan Penyayang. Semoga kita selalu mendapat limpahan kurnia dan kasih sayangNya


6 Komentar

Kenangan Belajar Bahasa Jerman

Bahasa Jerman adalah bahasa asing lain yang dipelajari di SMA saya selain bahasa Inggris pastinya. Sebetulnya, saya tidak suka belajar bahasa jerman. Tapi mau bagaimana lagi, suka tidak suka, belajar bahasa jerman itu wajib hukumnya di sekolah saya. Tidak tahu kenapa, pokoknya pelajaran bahasa jerman ini susah masuknya ke kepala saya . Kalau bisa dapat nilai 60 saja luar biasa, bersyukur. Pokoknya saya berusaha agar tidak ikut remedial bahasa jerman. Tapi biasanya mayoritas penghuni kelas (kadang-kadang 100%), akan mengikuti remedial bahasa jerman. Sayangnya, saya selalu masuk dalam rombongan tersebut😦

Guru bahasa Jerman kami perempuan. Semua kelas, dari kelas X sampai kelas XII, apapun jurusannya akan diajar bahasa Jerman oleh satu guru yang sama. Ya, sekolah kami pada waktu itu hanya punya satu orang guru bahasa Jerman. Jadi beliau ini guru paling super di sekolah kami. Soalnya cuma beliau yang punya jatah mengajar di seluruh kelas😀 . Beliau tidak mau dipanggil “Buk” , jadi kami harus panggil beliau Frau😀 . Nama beliau adalah Nela, jadi kami memanggil beliau dengan sebutan Frau Nela🙂 . Frau Nela ini mukanya bule sekali, aksen beliau ketika berbicara pun bukan aksen Minang. Karena saya waktu itu belum pernah mendengar langsung bagaimana orang Jerman berbicara. Maka saya pun berpikir aksen Frau Nela adalah aksen orang Jerman😀 .Mungkin Frau Nela ada darah eropanya, saya tidak pernah bertanya😀 . Saya menceritakan tentang guru bahasa jerman saya pada mama. Mama dulu waktu SMA di Jakarta juga belajar bahasa Jerman di sekolahnya. Guru mama mirip juga dengan guru saya. Muka bule, aksen juga seperti bule. Padahal guru bahasa jerman mama orang Minang juga sama seperti Frau Nela. Kata mama, guru bahasa jermannya pakai bahasa jerman juga dengan suaminya untuk percakapan sehari-sehari di rumah.  Frau Nela sampai saat ini masih aktif mengajar, tapi sudah pindah sekolah. Ketika saya lulus SMA di tahun 2007, lulus pulalah Frau Nela mengajar di sekolah kami. Suatu ketika, sewaktu saya beru-baru memakai facebook. Saya melihat list pertemanan teman kuliah saya. Ternyata ada nama guru saya tersebut. Langsung saya add Frau Nela, sampai saat ini masih berteman dengan beliau di facebook. Saat ini beliau mengajar di sebuah sekolah negeri di Padang.

Peraturan yang diberlakukan Frau Nela selama di kelas adalah, kalau mau permisi keluar selama jam pelajaran bahasa Jerman sedang berlangsung, maka harus minta izin menggunakan bahasa Jerman. Kalau tidak pakai bahasa Jerman, Frau Nela tidak akan kasih izin keluar. Jadi pastinya, satu sekolahan punya 1 kalimat yang pasti dihafal yaitu “Entschuldigung Frau Nela, Ich möchte zur Toilette“. Terjemahan bebasnya ” Maaf Buk Nela, saya mau ke toilet”😀 . Kalimat ini masih saya ingat sampai sekarang, walaupun realitanya kalimat ini tidak pernah saya pakai selama jam pelajaran bahasa jerman sedang berlangsung. Terus biasanya tiap hari, sebelum masuk kelas untuk jam pelajaran pertama di hari itu, kita harus baris di depan kelas masing-masing. Sebelum masuk kelas harus salam cium tangan ke guru jam pelajaran pertama. Terus pas jam pelajaran terakhir, juga cium tangan ke guru jam pelajaran terakhir, tapi tidak pakai acara baris-berbaris. Kalau kebetulan pas jam pelajaran pertama bahasa jerman, pas masuk kelas selain cium tangan juga harus bilang Guten Morgen ke Frau Nela. Jadi biasanya kita akan berbicara seperti ini ke Frau Nela “Guten Morgen Frau Nela” atau biasanya hanya “Morgen Frau Nela” . Nanti Frau Nela akan membalas juga, misalnya “Guten Morgen Mayang”😀 . Nah kalau pelajaran bahasa jerman, pas jam terakhir kita tinggal bilang Guten Tag sambil cium tangan ke Frau Nela. Kebetulan saat saya kelas X, Frau Nela menjadi wali kelas saya. Etek saya pun waktu SMA juga diajar oleh Frau Nela🙂 . Suatu ketika, hampir seluruh guru bidang studi ikut penataran sehingga banyak dari guru-guru tersebut yang tidak mengajar. Kami pun berharap Frau Nela tidak masuk kelas dan ikut penataran (Stres belajar bahasa jerman ceritanya😀 ). Tapi Frau Nela tidak kunjung absen, selalu hadir mengajar. Akhirnya salah satu dari kami yang penasaran pun bertanya, apakah Frau Nela tidak ikut penataran. Ternyata Frau Nela penataran sekali lima tahun, dan langsung pergi ke jerman untuk penataran. Yah, pupus sudah harapan absen belajar bahasa jerman selama beberapa minggu.

Belajar bahasa Jerman di sekolah saya tidak menggunakan buku paket. Jadi harus fotokopi modul punya Frau Nela. Bahasa Jerman bisa dibilang lebih rumit dari bahasa Inggris. Kata-kata bendanya punya sifat/jenis kelamin(?) . Harus menghafal artikel untuk kata-kata sesuai sifat katanya. Kalau feminin artikelnya die, maskulin artikelnya der, neutral artikelnya das. Belum lagi bentuk kasus seperti Nominativ, Akkusativ, dan Dativ

Untuk kasus dativ ini, Frau Nela mengubah lagu Bruder Jacob. Jadi dinyanyikan seperti lagu bruder jacob, tapi kata-katanya diganti dengan preposisi dalam dativ

Aus, bei, mit, nach
Aus, bei, mit, nach
Zeit, von, zu
Zeit, von, zu
Alle mit dem Dativ
Alle mit dem Dativ
Zeit, von, zu
Zeit, von zu

Masih hafal saya lagunya, tapi terus terang saya tidak mengerti lagi tentang dativ ini😀

Sekian dulu sekelumit cerita saya tentang pusingnya belajar bahasa jerman. Ceritanya saya sedang ingin mengenang masa-masa indah sekolah. Bagaimana dengan pembaca, apakah ada yang punya pengalaman pusing belajar bahasa asing juga seperti saya?🙂


5 Komentar

Berdoa Pada Tuhan

Selama beberapa waktu saya sempat berdoa “ala kadarnya” saja. Ala kadar di sini dalam arti tidak mau meminta macam-macam. Walaupun ingin sekali meminta sesuatu, tapi saya tidak mau mengungkapkannya dalam doa. Saya juga tidak tahu mengapa saya bersikap seperti itu. Mungkin karena segan (minta pada tuhan kok segan). Tapi, beberapa waktu kemudian saya tersadar bahwa memang saya harus meminta pada tuhan. Allah berfirman yang artinya “Berdoalah (mintalah) kepadaKu, niscaya Aku kabulkan untukmu” . Tuhan saja menyuruh meminta kepadaNya. Lantas, mengapa saya harus malu?

Saya jadi teringat ceramah Ustadz Wijayanto di salah satu stasiun TV tentang Doa. Kata beliau kalau berdoa harus spesifik tapi jangan sampai keterlaluan. Misalnya berdoa agar bisa punya mobil. Contoh kita berdoa seperti ini “Ya Tuhan, pengen punya mobil, pengen yang merek ini, pengen yang tipe ini, pengen yang warna ini, pengen yang ada ininya, pengen yang ada itunya, dll” . Bisa punya mobil saja harusnya sudah bersyukur, tidak perlu minta sampai segitunya kan. Begitu juga doa tidak boleh cuma bilang seperti ini pada tuhan “Tuhan, Kau tahu yang kumau”. Saya pernah berdoa seperti ini😀 . Maksud saya kan Tuhan sudah tahu isi hati saya, jadi saya tidak perlu bilang lagi kan?. Ternyata kalau kata Ustadz Wijayanto tidak boleh berdoa seperti ini. Sebutlah apa-apa yang menjadi keinginan kita, dengan sungguh-sungguh, tapi jangan kelewat spesifik seperti contoh di atas🙂

Doa Tidak Dikabulkan Tuhan

Mungkin lebih tepatnya Belum Terkabul. Atau bisa jadi yang kita minta itu menurut Tuhan bukan yang terbaik untuk kita. Bisa jadi amalan-amalan kita yang kurang. Kita meminta pada Tuhan, tapi perintahNya tidak dilaksanakan dan laranganNya tidak kita tinggalkan. Bisa jadi juga, ini penyebab belum terkabulnya doa kita padaNya. Selain itu memperbanyak amalan juga dapat mempecepat terkabulnya doa. Jangan lupa berusaha juga. Cuma berdoa “Tuhan saya ingin pintar” saja tapi tidak belajar. Otomatis tidak akan bisa pintar ya, kalau kitanya sendiri tidak mau berusaha


4 Komentar

Cerita Idul Fitri 2016

Ya, ini emang telat banget ceritanya. Tapi ya gimana lagi. Saya nebeng foto-foto di hp-nya adek, soalnya hp dia kameranya mantap abis😀 . Jadi selama ini belum sempet pindahin ke hp sendiri. Sebenarnya udah ada yang dipindahin, cuma beberapa aja, jadi ya kurang afdol kayaknya hahaha. Karena males mindahin, akhirnya tertunda terus bikin postingan tentang lebaran

Seperti biasa hari pertama kita lebarannya di Padang aja. Gak kemana-mana, di rumah aja. Hari kedua saatnya pulang kampung ke Pariaman. Kita berangkat ke stasiunnya subuh-subuh lo. Ternyata eh ternyata, keretanya baru berangkat jam 8 lewat, kan sesuatu sekali. Mana perut kosong melompong. Gak ada pemberitahuan nih, kan aslinya tu kereta berangkat jam 06.00. Ini jadi dimundurin dua jam Zzzz. Sampe di rumah amak, duduk-duduk sambil makan lontong, abis itu pergi ke rumah si om deh. Seperti biasa, si hantu air selalu beraksi

Saya selalu suka berkunjung ke rumah tante saya ini. Serba teratur dan rapi di sini🙂

 

Terlihat gunung tandikek di kejauhan

Terlihat gunung tandikek di kejauhan

Habis itu makan siang deh. Setelahnya kami pergi ke Taluak, tempat tinggal mamak saya yang paling besar. Jadi sepupu saya (anak perempuannya mak adang) kan pengantin baru ceritanya. Tradisi orang pariaman itu, pengantin baru pas lebaran itu mananti alek. Mananti alek itu nanti mertua kirimin daging untuk dibikinin soto. Nah nanti sodara, temen, rekannya si suami datang ke rumah istrinya untuk makan soto. Ternyata selain soto, keluarga mamak saya juga menyiapkan hidangan lengkap. Kata etek saya, dia dulu waktu jadi pengantin baru cuma sediakan soto aja, gak pake nasi komplit hehehe. Setelah rombongan keluarga plus temannya suaminya sepupu saya itu pulang. Saatnya dia beserta suaminya untuk pergi mengunjungi mertua dan mamak-mamak dari suaminya. Pengantin baru di Minangkabau pas lebaran pertama memang seperti itu. Tapi untuk lebaran seterusnya, cuma mengunjungi mertua saja. Bawa nasi, rendang, telur ceplok, ikan, apa lagi ya, saya juga lupa isinya apa aja. Itu semua dimasukkan ke rantang yang besar. Terus ditambah agar-agar dan kue bolu. Total ada 13 rumah yang akan dikunjungi sepupu saya sore itu. Kami (saya, mama, dua orang adik saya, etek saya, dan anak etek saya yang kembar) ikutan😀 . Kurang kerjaan banget ni hahaha, kirain cuma sebentar eh ternyata perkiraan saya salah. Itu kami berkelana mengunjungi nagari-nagari di kabupaten padang pariaman. Itu baru sebagian kecilnya pula. Baru sekali ini saya masuk jauh ke pedalaman kabupaten padang pariaman. Setelah kita kasih rantang, nanti kita dikasih uang atau bahan baju, atau bahkan rantang juga (yang baru pastinya) sebagai timbal balik atas makanan yang kita kirimkan tersebut. Untungnya sepupu saya pakai mobil bak terbuka. Pengalaman pertama saya tu, rame-rame pakai mobil kayak gitu seru banget. Tapi udah maghrib gitu yang kekirim baru 2 apa 3 gitu. Masih banyak yang lain, alamat tengah malam ini pulang ke rumah. Duduk lama-lama di lantai mobil itu gak enak. Bikin pantat sakit, kaki kesemutan. Komplit deh penderitaannya, tapi sebanding sama pengalamannya😀 . Puas banget lihat bintang-bintang di langit. Ada tempat-tempat yang isinya sawah semua, gak ada perumahan, jadi gak ada lampu. Bayangin malam-malam tempat lapang tanpa lampu. Itu bintang keliatan banget di langit. Dari utara ke selatan penuh sama bintang-bintang. Mana waktu itu saya lagi berbaring di lantai mobil. Wih pengalaman tak terlupakan, berbaring sambil melihat kumpulan bintang-bintang. Akhirnya sampai ke rumah amak tengah malam. Padahal pagi-paginya sudah harus berangkat lagi ke stasiun buat balik ke padang. Ini mama saya kok buru-buru banget pengen balik ke padang. Saya kan belum puas di kampung😦

Balik ke padang tapi adek saya yang bungsu gak mau ikutan pulang. Dia mau tinggal sama amaknya. Ya udah, dia ditinggal di kampung deh. Ternyata adek saya yang nomor 2 mau bawa kami jalan-jalan ke Malibo Anai yang lokasinya ya di padang pariaman juga. Hari itu juga kami ke pariaman lagi, kali ini pakai mobil. Buat jemput adek saya dan keluarga etek saya

Menuju malibou anai :D

Menuju malibo anai😀

Untungnya adek saya ini punya kenalan manajer di sana. Soalnya untuk menuju ke puncak anainya. Kita musti bayar dua kali. Pertama pas masuk gerbang malibo anainya, yang kedua pas mau naik ke puncak anainya. Kami ada banyak, kena berapa tu kalau musti dua kali bayar hahaha. Untungnya bisa masuk dengan gratis tis tis😀 . Waduh pas saya liat kolamnya jadi gak inget umur, langsung nyebur hahaha. Sekali nyebur langsung menggigil, gila airnya dingin banget. Bikin bibir gemetaran, keluar lagi, masuk lagi😀 . Niat hati sekalian belajar berenang, tapi ternyata saya gak bisa-bisa berenangnya. Padahal udah diajarin sama adek saya (anaknya etek). Mungkin efek takut tenggelam kali ya hahaha

Malibo anai ini berada di sekitaran kaki gunung Tandikek. Gunung tandikek ini kalau gak salah masuk kategori gunung normal aktif. Masih ada aktifitas gunungnya, soalnya di kawah gunung kita masih bisa lihat asap mengepul keluar. Pemandangan dari puncak anai ini indah banget lo

Keren banget

Keren banget

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sore-sore deh kami pulang. Abis itu nganterin keluarga etek dulu ke rumah amak. Habis itu langsung bali ke padang malam itu juga. Sampai padang perut laper, untung ada tukang martabak mesir yang tetep jualan. Heran juga malam-malam begitu, lebaran pula, tetep rame yang beli di sana😀

Besoknya kami ke danau kembar. Saya ni pengennya ke lembah harau, tapi ayah saya maunya ke solok. Ya udah deh hehehe. Saat perjalanan ke danau kembar kami singgah dulu ke kebun teh

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Masuk ke kebun teh bayar juga ternyata. Kesempatan kali ya, mumpung lebaran. Ini harga makanan di sini naiknya jadi berkali-kali lipat. Lupa berapa, tapi harga makanan di sini lebih mahal kalau dibandingkan di puncak anai kemarin.

Lanjut ke danau kembar, ini di mana-mana bayar. Masuk ke panorama danau kembar bayar. Masuk ke danaunya bayar juga. Di panorama ini kita naik ke ketinggian jadi kita bisa lihat kedua danau dari atas.

Saya padahal di sepanjang perjalanan udah ngincer stroberi, tapi adek saya gak mau berhentiin mobil😦 . Ternyata di panorama danau kembar ini ada yang jual stroberi lo sama jual aneka jenis bunga-bungaan😀 . Stroberinya per polibag harganya 10k aja. Lumayan daripada buah stroberinya. Masa’ sekotak kecil harganya 10k. Di padang aja cuma 5ribu. Mungkin aja lebih fresh tapi tetap harganya gak masuk akal. Terus saya nemu tanaman yang udah lama saya cari-cari namanya watermelon peperomia alias peperomia semangka. Banyak jenisnya, yang mirip mirip sama peperomia ini pun juga ada. Tapi saya beli cuma si peperomia semangka aja. Harganya 25ribu

Senang sekali berhasil mendapatkan tanaman-tanaman ini :)

Senang sekali berhasil mendapatkan tanaman-tanaman ini🙂

Berkeliling-keliling sambil lihat bunga-bunga yang ditanam oleh penduduk di sini. Padahal ditanam ala kadarnya, tapi tetap subur dan menghasilkan bunga-bunga yang indah. Di saya biar kata dikasih tanah yang bagus, tetep aja ada yang gak berhasil hidup.

Di panorama ini ya cuma liat pemandangan danau sama lihat bunga-bunga yang dijual aja. Gak ada yang lain. Untungnya ada polisi meramaikan suasana dengan nyanyian dangdutnya😀 . Selesai menikmati pemandangan di sini kami pun turun ke danau. Saya lupa persinya kami ni ke danau yang mana. Danau atas apa danau bawah ya hmm.

Sayang ni kawasan danaunya gak tertata dengan baik. Sampah di mana-mana, pedagang yang tidak teratur. Mana wcnya ya ampun, gak ada pintunya, kotor pula astaga >_< . Kami menyempatkan diri untuk naik perahu, ayah saya gak mau ikutan naik. Bayar per orang masing-masing Rp.10.000,- . Kirain bakalan dibawa jauh berkeliling danau. Ternyata cuma dekat aja.

Di danau itu memang matahari bersinar terik, tapi ada angin sejuk yang selalu berhembus. Jadinya udara tetap sejuk gitu. Sedikit cerita danau kembar ini merupakan kawah bekas letusan gunung talang. Selain danau di atas dan danau di bawah, ada juga danau talang. Dahsyat juga ya ini gunung talang, banyak danau dari bekas kawah lubang letusannya. Sampai sekarang gunung talang ini masih aktif. Kata ayah saya, dari kampungnya bisa terdengar gemuruh kalau gunungnya sedang aktif. Gunung talang ini satu dari 3 gunung api aktif di Sumatera barat bersama dengan gunung Marapi dan gunung Kerinci.

Habis dari danau kita cari makan. Gak di daerah danaunya sih, udah mau menuju ke kebun teh hehehe. Kena berapa ya lupa. Pokoknya lumayan. Yang disayangkan dari rumah makan sejenis ini adalah gak transparan sama biaya makannya😦 . Di sini seru, bunga dahlia dimana-mana. Sayang gak bisa diraih karena lokasinya di bawah plus ada pagarnya. Kalau gak gitu mungkin udah diambil sama pengunjung kali ya😀 . Setelahnya kami ke padang deh. Udah nyampe di padang muter dulu. Adek saya yang cewek mau lihat rumah sakit jiwa HB Saanin alias indaruang belok kiri. Kalau di jakarta biasanya orang-orang kalo ngomong “bawa ke grogol” maksudnya ke RSJ maka di padang pun gitu. “Baoklah ka gaduik/ baoklah ka indaruang belok kiri” maka yang dimaksudnya ya ke RSJ. Ayah pengen silaturahmi lebaran ke rumah temennya. Maka dari sana kami mampir ke rumah om agus. Lama banget di sini, sampai sore. Akhirnya setelah dari sana kami sampai di rumah dengan selamat. Dengan demikin jalan-jalan pun selesai🙂

Seru sekali libur lebaran tahun ini. Bisa berkunjung ke beberapa tempat bersama keluarga🙂