mayangkoto

my story, my life

Resep Pempek Ubi

2 Komentar

Sebetulnya tidak bisa dibilang pempek ubi ya, soalnya resepnya benar-benar berbeda dengan pempek ikan atau pempek dos. Tapi karena biasanya disajikan dengan kuah cuko makanya biasa disebut sebagai pempek ubi. Ada juga yang menyebutnya sebagai bakwan ubi atau bakwan ceker ayam.

Dulu waktu kecil, saya suka sekali beli ini di sekolah saya tiap keluar main. Waktu adik saya SD, ada juga yang jual ini di SDnya. Saya suka titip ke mama buat dibelikan. Sayang sekarang yang jual sudah pindah ke Jakarta, dan saya tidak menemukan lagi yang menjual pempek ubi ini. Mau tidak mau, satu-satunya cara ya harus buat sendiri 😀 . Gorengan dan kuah cuko memang super maknyus. Sudah beberapa kali buat, mencoba beberapa resep,masih belum menemukan yang rasanya mirip dengan yang saya beli waktu saya kecil dulu. Kalau yang dijual di sekolah adik saya rasanya enak tapi kentara sekali rasa penyedapnya ^^’ . Resep pempek ubi yang saya temukan tidak ada yang memakai tambahan penyedap.

Tadi malam saya mencoba resep baru. Inspirasinya dari sini. Tapi sudah saya sesuaikan resepnya. Yang pertama kali saya bikin adalah kuah cukonya. Karena ampas dari kuah cukonya akan saya tambahkan ke adonan pempeknya, biar rasanya tambah mantap. Kalau untuk kuah cukonya, saya biasanya pakai resep kuah cukonya teh yung. Soalnya sudah cocok sama resep kuah cukonya

Bahan Kuah Cuko :

  • 500 gr gula palem, disisir
  • 1 Liter air
  • Air perasan asam jawa dari 1 bungkus kecil
  • Gula pasir 8 sdm (Kalau suka pedas gula pasirnya boleh dikurangi)
  • 50 gr cabe rawit setan (Ini cabenya asli pedas lo) , diulek
  • 14 siung bawang putih, diulek
  • 1 sdt garam

Masak semuanya sampai mendidih, koreksi rasa

Saya penasaran dengan cabe rawit setan yang katanya super pedas. Maafkan saya lupa memfoto cabenya, bisa googling saja buat liat penampakannya. Itu saya pakai 50gr (kurleb 10 biji) sudah pedas sekali. Harusnya gula pasirnya 6 sdm, saya tambahkan lagi 2 sdm untuk mengimbangi rasa pedas cabenya. Kalau memang suka pedas, ya silahkan ditambahkan takaran cabe rawitnya. Atau bisa diganti dengan cabe rawit biasa. Kalau keluarga saya sukanya level pedas yang sewajarnya. Untuk asam jawa, di resepnya teh yung  seperempat kilo gula palem itu pakai 1 sdm air perasan asam jawa. Nah jadi harusnya saya pakai 2 sdm kan ya, cuma menurut saya masih kurang rasa asamnya. Jadi saya tambahkan lagi sedikit air ke asam jawanya. Pokoknya begitu kuah cuko mendidih, koreksi rasanya. Kalau terlalu pedas tambahkan gula pasir. Kalau kurang asam tambahkan lagi air asam jawanya. Kalau kurang asin tambahkan garam. Sampai rasanya sesuai dengan selera kita. Saya pribadi lebih suka pakai asam jawa daripada cuka untuk mendapatkan rasa asamnya. Ini sesuai selera ya, kalau mau pakai cuka juga silahkan

Setelah rasanya pas, matikan api. Diamkan hingga dingin. Setelah dingin saring kuah cukonya. Ampasnya jangan dibuang ya. Akan kita tambahkan ke adonan pempeknya. Berikut resep pempeknya

Bahan adonan pempek ubi :

  • 500 gr ubi jalar, potong korek api
  • 400 gr terigu (saya pakai segitiga biru)
  • 2 sdt garam halus
  • 1 – 2 batang daun bawang, iris halus
  • 6 siung bawang merah, iris halus
  • 2 siung bawang putih, cincang
  • 350 ml air
  • 2 butir telur, kocok lepas
  • Ampas kuah cuko

Campurkan ubi dengan terigu dan bawang-bawangan. Aduk rata, masukkan kocokan telur, tambahkan air sedikit demi sedikit. Tambahkan ampas kuah cuko. Aduk hingga tercampur rata dan kental. Tes rasa, kalau garamnya sudah terasa kita coba goreng 1 sendok sayur adonan. Cicipi, kalau enak dan garamnya sudah terasa boleh kita goreng semua

Ini penampakan pempek ubi saya

51531084_2077488959000782_7383359024491659264_n

Enaaaaak, dimakan tidak pakai kuah cuko pun tetap enak. Ditambah kuah cuko apalagi. Memang masih pedas, tapi pedas-pedas enak. Maknyus pokoknya 😀

Iklan

Penulis: mayang koto

Crafter and gardener

2 thoughts on “Resep Pempek Ubi

  1. kupikir bentuk pempeknya besar mirip pempek ikan gitu 😀 . Aku sukaa kuah pempek 😉 .

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s