mayangkoto

my story, my life


Tinggalkan komentar

Golongan Darah Saya Ternyata…..

Lupa cerita tentang ini waktu buat postingan tentang padang fair. Selama ini saya cuma tahu golongan darah saya O karena ayah dan mama golongan darahnya O. Otomatis sebagai anak, golongan darah saya pastinya, tidak lain, tidak bukan, adalah O ya 😀 . Si mama memang sudah pernah periksa golongan darah di RS Fatmawati Jakarta jaman dulu kala hahaha. Karena keyakinan seperti itu, otomatis waktu SMA dulu saya tidak ikut periksa golongan darah. Dengan PDnya isi data kalau golongan darah saya O. Waktu perekaman data untuk KTP elektronik juga saya isi O . Baca lebih lanjut


1 Komentar

PADANG FAIR 2017

Padang Fair kembali digelar mulai tanggal 28 April minggu kemarin di GOR H. Agus Salim Padang. Saya langsung datang malamnya bersama mama. Kebetulan, saat itu juga tengah berlangsung pertandingan Semen Padang FC kontra Persipura. Alhamdulillah, tim kebanggaan urang Minang berhasil menaklukkan tim tamu dengan skor 1-0 . Selagi mereka bertanding, waktunya kami melihat-lihat stand-stand yang ada. Walaupun sudah malam tapi masih banyak stand yang buka.

Beberapa stand yang kami kunjungi antara lain :

Stand KPU Kota Padang
Di sini, kami mengisi kuisioner tentang pelaksanaan pilgub tahun lalu. Kalau kita isi kuisioner di sini, nanti kita dapat gantungan kunci. Saya lupa foto gantungan kuncinya. Nanti kuisionernya dimasukkan ke drop box. Terus difoto sama orang KPUnya, kayak orang habis nyoblos terus masukin surat suaranya ke kotak surat suara 😀

Ini ada model pelaksaan pemilu

Maket simulasi pelaksaan pemungutan suara di TPS

Nah ini foto saya berdua mama 😀

Kata orang di stand RSUD Padang, katanya kita kaka adek hehehe

Di stand KPU ini kita juga bisa menulis “unek-unek” di layout yang sudah disediakan. Ini unek-unek saya sebagai anggota KPPS

Kirim undangan itu capek loh. Apalagi kalau nama yang terdaftar tidak kunjung ditemukan 😦

Stand Dinas Tenaga Kerja
Selain itu kami berkunjung ke stand dinas tenaga kerja. Kalau ada yang putus sekolah; tidak ada pekerjaan; mau mencoba berwirausaha, datang saja ke stand ini untuk mengetahui syarat-syarat yang diperlukan untuk mengikuti pelatihan gratis yang diselenggarakan dinas tenaga kerja. Ada banyak kelas pelatihan yang dibuka.

Di stand ini saya dan mama isi form undian, yang di hari terakhir Padang Fair akan diundi untuk mendapatkan doorprize 😀 . Selain itu kalau kita bisa menjawab pertanyaan yang diberikan petugas stand, kita bisa mendapatkan hadiah langsung. Sayang, saya dan mama telat datangnya hehehe. Kita tidak dapat hadiah langsung, karena kuota hari itu sudah habis 😀

Yang ada botol minuman dan kardus berbungkus kertas kado, itulah doorprizenya 😀

Stand Bank Indonesia
Di sini kita ikut kuis tebak nominal uang. Sama seperti di stand dinas tenaga kerja, pemenang akan diumumkan di hari terakhir penyelenggaraan Padang Fair. Saya mau foto, tapi ramai sekali orang yang memadati stand ini. Mungkin karena doorprizenya uang tunai kali ya 😀

Selain itu ada kuis juga yang diadakan di sini. Si mama berhasil menjawab (berkat bantuan saya 😛 ) dan mendapatkan usb merek hp. Eh si mama malah hadiahnya ditukar ke bapak yang dapat hadiah payung Zzz. Si mama pemikirannya praktis sekali khas ibu-ibu. Kalau saya berpikir secara ekonomi, nilai usb lebih mahal dari payung. Ya sudahlah

Stand Handmade
Saya lupa nama standnya 😀 . Tapi menjual kreasi handmade seperti rajutan, dan kerajinan khas minang seperti sulaman dan kain tenun

Sulaman Suji Koto Gadang

Ini 100% dikerjakan dengan tangan. Baik sulamannya, maupun rendanya. Bahkan rendanya juga dijahitkan dengan tangan ke selendangnya. Harganya Rp.4.500.000,- , berminat? 🙂 . Karena ini proses pembuatannya lama, bahkan lebih lama dari kain tenun. Padahal hanya mengerjakan selendang saja. Biasanya satu selendang dikerjakaan satu orang selama 6 bulan sampai 1 tahun. Lama sekali ya. Kenapa yang mengerjakan 1 orang? karena kalau banyak orang yang mengerjakan bisa-bisa hasilnya berbeda-beda dalam satu selendang. Mengurangi nilai estetikanya. Kalau pun dikerjakan bersamaan, biasanya yang mengerjakan adalah suami, istri, dan anak. Hasilnya rapi sekali, bagian belakangnya saja hampir terlihat tidak ada bedanya dengan bagian atas/bagus. Sulaman suji caie ini khas Koto Gadang, Kabupaten Agam. Kalau dari Nareh, Pariaman khasnya adalah sulaman benang emas dan sulaman kapalo paniti.

Hanya itu saja stand yang menyita perhatian kami. Kebanyakan stand belum buka, atau sudah tutup. Ingin ke sana sekali lagi 😀 . Keluar dari tenda tempat stand-stand berada, kami mampir ke depan stadion dulu. Semen Padang sudah selesai bertanding. Kami ingin melihat pemainnya (gara-gara ini kami ketinggalan bus terakhir 😥 )

Lama sekali menunggu para pemain keluar

Mama berpose di depan bus yang akan membawa pemain persipura ke hotel

Yang keluar terlebih dahulu adalah pemain persipura. Setelah para pemain naik ke bus, busnya langsung berangkat. Banyak penonton yang melambaikan tangan kepada para pemain persipura. Beberapa pemain juga membalas melambaikan tangan. Suporter semen padang sportif ya, tidak rusuh. Tidak berbuat anarkis, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu kepada pemain semen padang saat laga tandang di Gresik. Bus yang mengangkut pemain semen padang dilempari batu

Menunggu pemain semen padang keluar itu lama sekali. Akhirnya mereka masuk bus juga. Tapi kok tidak menoleh ya, apa memang begitu standarnya ya, saya tidak tahu karena baru sekali ini menunggu para pemain bola. Kelihatan punggungnya saja 😀

Setelah bus yang mengangkut pemain pergi, kami pun pulang. Kami mampir dulu membeli kerak telor. Kerak telor kalau di Padang ini sepertinya hanya bisa dijumpai di GOR saja.

Menunggu kerak telornya matang 😀

Bapak yang jual ini asalnya dari Koja. Dulu waktu pertama si mama tahu ada orang yang jual kerak telor. Si mama agak setengah tidak percaya. Karena orang Betawi tidak ada yang mau merantau jauh-jauh hehehe. Sekarang sepertinya sudah tidak ya 😀 . Harga kerak telornya Rp.15.000,-. Kalau di Jakarta, harganya berapa ya? hehehe. Selain itu si adik minta dibelikan gula-gula kapas. Jadinya kita jajan dulu sebelum pulang.

Kami menunggu bus trans padang yang tak kunjung muncul di halte. Kebetulan ada yang lewat, kami tanya sampai jam berapa bus trans padang beroperasi. Ternyata cuma sampai jam 21.00 saja 😥 . Coba tadi kami tidak gaya-gayaan menunggu para pemain semen padang keluar, pasti tidak akan ketinggalan bus. Jangankan bus, taksi saja tidak ada yang lewat. Terpaksa pulang jalan kaki.

Jalan kaki menguras tenaga, bikin lapar 😀 . Akhirnya kita makan bakmi dulu. Sepertinya kami berdua pengunjung terakhir. Saya pesan bakmi pedas, rasanya tidak sepedas saat pertama saya makan dulu. Dulu pedasnya membuat air mata mengalir. Sekarang lebih soft rasanya. Selama makan kami ditemani video klip seurieus band. Saya jadi terkenang masa SMA nih 😀 . Lagu-lagu seurieus band seperti bandung 19 oktober, roker juga manusia, kecuali dia, dll. Lagu-lagu dulu kala memang indah ya 😀 . Saya paling suka lagu bandung 19 oktober 😀

Selesai makan kami lanjut jalan kaki sampai rumah. Semoga bisa ke Padang Fair lagi sebelum Padang Fairnya berakhir. Masih belum puas cuci matanya 😀

 


2 Komentar

PADANG FAIR 2016

Tahun ini, pemerintah kota Padang kembali menggelar event Padang Fair. Lokasi penyelenggaraannya tetap yaitu berada di GOR H. Agus Salim Padang. Kemarin, akhirnya saya beserta mama dan dua orang adik saya berkesempatan pergi mengunjungi padang fair. Ternyata kami terlalu cepat datang. Karena secara resmi hari itu belum buka, maka penjaga tiket tidak ada. Otomatis kami bisa masuk tanpa membayar 😀 . Stan-stan belum pada buka. Hanya beberapa yang sudah buka sedari pagi. Bisa dihitung dengan jarilah stan yang sudah buka. Stan yang berada di dalam hall belum buka semua karena hallnya masih terkunci. Selagi menunggu stan-stan buka, akhirnya kami memutuskan menyaksikan perlombaan band rock antar SMA se-kota Padang.

Nama band-bandnya unik-unik. Band yang sedang perform di bawah ini bernama H-1

13179303_1037232343026454_5762212318864622567_n

Band yang sebelumnya tampil bernama baygon 😀 . Seperti brand obat nyamuk ya 😀 . Selesai perform h-1 ini acaranya istirahat shalat jumat dulu. Jadilah kami keluar area Padang Fair untuk membeli makan siang. Setelah makan siang masuk kembali ke area Padang Fair. Kami luntang-lantung tidak ada tujuan karena stan yang masih belum buka 😦 . Kenapa stan tidak dibuka dari pagi ya, padahal hari libur . Menunggu acara lomba band sampai jam 2 siang masih belum buka . Akhirnya setelah jam dua lewat, baru mulai kembali acaranya. Kami menyaksikan 2 penampilan dari band E Minor sebelum akhirnya memasuki hall karena stan di dalam hall sudah buka

Pertama kami memasuki stan di pinggir kanan pintu masuk, itu adalah stan semen padang

Pada proyek-proyek yang menggunakan semen padang, dibawah masjid raya sumatera barat itu ada tol cipali (tertutup meja). Tidak menyangka, karena posisinya di Jawa biasanya akan menggunakan semen gresik sebagai bahan bakunya 🙂 . Selanjutnya stan yang kami kunjungi agak lama adalah stan kearsipan prov. sumbar. Lumayan menambah pengetahuan sejarah. Yang menarik perhatian saya adalah iklan-iklan jadul yang terpampang di sana 🙂

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Stan lain yang kami kunjungi adalah stan mutiara lombok. Di sini saya membeli anting perak bermutiara seharga Rp.20.000,- saja, murah ya 😀 . Stan lainnya adalah stan Konservasi Kelautan

Penyu Sisik

Penyu Sisik

Maaf karena fotonya tidak jelas. Karena penyunya yang selalu berenang kian kemari, sehingga sulit mendapatkan gambar yang bagus. Di sini dijelaskan tentang usaha-usah Pemprov Sumbar dalam melakukan upaya konservasi terhadap penyu dan juga membentuk taman-taman konservasi yang tidak hanya melindungi penyu, tapi juga lumba-lumba, hius paus, dan lainnya. O ya di stan ini kita bisa mengikuti kuis dengan menjawab pertanyaan yang sudah disediakan. Hadiahnya diundi setiap malam selama Padang Fair berlangsung. Jawaban dari soal-soal pada kuis tersebut bisa didapat dengan mencarinya pada brosur, maupun keterangan yang tertempel di dinding-dinding stan. Beberapa soal gampang dijawab, beberapa yang lain lumayan sulit. Sudah sekian kali mondar-mandir keliling stan tapi belum bertemu juga jawaban untuk 1 soal terakhir yang belum saya jawab. Akhirnya saya menemukan jawabannya pada brosur yang ditempel di pintu 😀 . Saya lupa memfoto lembar kuisnya. Jawaban saya disalin oleh mama dan adik saya. Dan alhamdulillah, saya dan mama berhasil memenangkan kuis tersebut tadi malam 😀 . Kebetulan adik saya yang bekerja di JNE berada di arena Padang Fair tadi malam. Kantornya membuka stan di Padang Fair sehingga dialah yang menjemputkan hadiahnya tadi malam. Pihak konservasinya menawarkan pilihan hadiah apakah mau payung ataukah kaos. Mama saya memilih satu payung dan satu kaos. Kata saya tadi pagi kenapa tidak ambil payung saja dua-duanya. Kalau kata mama buat apa payung banyak-banyak. Saya bilang saya maunya yang payung saja. Dan inilah payung yang saya dapatkan 🙂

Lumayan ya dapat payung lipat 😀 . Stan lain yang saya kunjungi ada stan teh kayuaro. Kami dapat tester teh, rasa tehnya manis-manis kecut. Yang lain ada stan pesona indonesia, stan-stan kabupaten/kota di sumbar, stan rajutan dan lain-lain yang tidak terlalu memorabel buat saya. Keluar dari hall karena sudah sore akhirnya kami memutuskan pulang. Semoga tahun depan saya berkesempatan lagi mengunjungi Padang Fair 🙂