mayangkoto

my story, my life


2 Komentar

Retro Sling Bag

Ini tas udah saya kerjain lama, sekitar 1 atau dua bulan yang lalu. Baru niat sempet bikin artikelnya sekarang 😀 . Jadi di facebook ada grup jual beli bahan craft gitu. Nah biasanya ada satu akun yang suka ngelepas kain-kain impor dengan harga miring. Mbak Sofia Sadji namanya, famous banget di kalangan pemburu kain-kain impor hohoho. Saya udah beberapa kali beli kain sama mbaknya. Kalo mbaknya aplod kain, pada rebutan deh. Syukur-syukur biasanya sih saya selalu kebagian kain inceran saya 😀 . Baca lebih lanjut


4 Komentar

Flova Wallet

Sudah lama ingin membuat dompet (lagi) . Maju mundur milih motif kain, akhirnya pilih kain katun impor karena punya linen polos yang warnanya matching dengan si katun. Eksekusinya agak lambat (hahaha). Karena lebih senang memandangi kainnya daripada memotong 😀 . Tapi akhirnya keturutan juga, saya potong kainnya walaupun sayang 😀 Baca lebih lanjut


6 Komentar

Brooklyn Bag

Pagi ini happy sekali 😀 . Selain berhasil menyelesaikan sebuah tas yang saya idam-idamnya. Juga happy karena sesuatu, yang sebetulnya saya harusnya belum boleh happy untuk sesuatu ini. Karena masih belum pasti. Tapi walau bagaimanapun tetap happy dan merasa bersyukur sekali kepada Tuhan 🙂 Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Side Job

Ehmm, dibilang kerja sambilan sih sebetulnya gak juga. Cuma ingin dapat penghasilan di luar pekerjaan saat ini yang tidak menguras energi, tidak menyita waktu terlalu banyak.  Jadi bulan september yang lalu saya nekad nih jadi online shop 😀 . Ceritanya saya buka pre order untuk barang-barang keperluan jahit-menjahit (Yang penasaran, silahkan lihat albumnya di fb saya 😀 ). Ini po full transfer di depan + ongkir. Jadi gak ada resiko buyer kabur pas barangnya sampai. Tapi tapi, saya kok jadi berasa dikejar rentenir gitu. Perkiraan saya, barang nyampe sebulanan. Tapi ternyata perkiraan saya meleset, bahkan barangnya ada yang baru kemaren sampai 😦 . 2 bulan menanti barangnya baru sampai. Gimana gak berasa dikejar rentenir coba 😀 . Yang pesen udah nanyain barangnya udah ready apa belum. Yang saya takut, saya disangka penjual yang tidak amanah kan. Padahal semua orderan barangnya sudah saya pesan. Emang kendala di pengiriman ke Indonesia sih. Tapi ahamdulillah, semua orderan customer barangnya sudah sampai. Jadi saya merasa sudah tidak was was lagi. Jadi bisa happy bikin artikel ini 🙂

Saya jualannya gak promosi di wall sendiri. Cuma sekali bikin status di dua grup jual beli bahan craft. Alhamdulillah ada yang berminat. Ada yang sekedar tanya-tanya, terus pas saya jawab panjang lebar gak ada balasan lagi 😀 . Ada juga yang serius. Ada yang sudah mau transfer, katanya mau transfer besok, ditanya lagi jawabnya besok. Tapi masih belum transfer juga ya sudah. Kalau saya tanyain lagi kesannya saya nyinyir. Ya udah deh, kalau rezeki mah gak kemana 😀 .

Dan Alhamdulillah, ada beberapa yang serius untuk memesan dan sudah menransfer pembayarannya. Terus saya bikin status isinya kurang lebih berterima kasih untuk yang sudah ikut po, barangnya sudah dipesankan; terus yang belum transfer mohon maaf orderannya tidak bisa saya pesankan. Setelah buat status seperti itu ada yang minta maaf belum bisa transfer karena lagi ada kendala. Akhirnya beberapa waktu kemudian ditransfer, ada juga yang tetap gak peka. Ya bukan rezeki saya itu 😀 . Walaupun demikian saya bersyukur ada yang berminat. Saya sampai berdoa sama Allah sebelum saya buka po , ” Ya Allah, seandainya hanya 1 orang yang berminat, hamba tetap bersyukur dan merasa senang” 😀 . Sampai segitunya saya berdoa 😀 , ternyata Allah kasih beberapa peminat, bukan cuma 1, Alhamdulillah 🙂 . Walaupun keuntungannya tidak banyak, tapi bisa buat beli beberapa keperluan craft :D.

Ke depannya, rencananya saya mau stok barang saja. Gak semua yang ada di album saya mau stok, yang memang banyak dipesan aja 😀 . Barangnya sudah ready, baru saya lepas. Gak siap mental nih ditanyain, padahal cuma ditanyain barangnya sudah sampai apa belum. Cuma saya merasa bersalah aja gitu. Soalnya uangnya kan sudah saya terima. Soal harga, Insya Allah murah. Boleh dibandingkan dengan ols lain 🙂 . Kalau ada yang tertarik silahkan inbox saya. Cari saja nama asli saya di facebook (ceritanya promosi tapi tidak mau promosi 😀 )


22 Komentar

Another Hobobag

Hari minggu saya manfaatkan untuk menyelesaikan sebuah tas. Gak tau namanya apa, soalnya pakai bahasa mandarin sih. Tapi dari modelnya sepertinya sih ini hobobag juga. Pola dan tutorial saya lihat dari buku ini. Ini termasuk tas yang gampang dibuat bahkan oleh pemula. Kesulitannya saya rasa cuma di pemasangan bisban saja. Kalau saya, karena ini kali pertama pasang bisban jadi ya masih belum rapi hasilnya hehehe. Tapi tetap kecelah hasilnya 😀

14581579_1154007938015560_1613592406615877458_n

Cakep gak? hehehe. Outernya pakai katun sprei, inner katun juga, tapi tidak tahu jenisnya apa. Bisbannya dari katun polkadot. Tidak pakai resleting, hanya pakai kancing magnet. Maafin ya, saya lupa foto dalamnya seperti apa. Di dalamnya ada kantong berkaret di satu sisi badan tas, dan di sisi-sisi gussetnya ada kantong kecil di kiri dan kanannya. Sudah mirip seperti aslinya belum :

13532824_1070577353025286_4825254332699470434_n

Itu, yang di sebelah kanannya 😀 . Aslinya untuk outer itu pakai 2 warna/motif kain. Tapi saya malas, soalnya harus cari kombinasi motif dan warna yang pas, itu bikin pusing. Kalau bikin tas sih sesuai kreasi kita aja. Gak perlu terlalu ikutin model aslinya seperti apa. Kadang alat dan bahan yang kita miliki terbatas, jadi kita ya musti kreatif memanfaatkan apa yang ada 🙂

 


Tinggalkan komentar

Hobo Bag

Untuk pertama kalinya saya ikutan program Craftalova Sew Along yang diadakan Craftalofa Fabric Club setelah sekian lama bergabung di sana. Kali ini ada yang menyelenggarakan sew along hobo bag yang cocok sekali untuk pemula. Oke, saya putuskan ikut daftar. Nanti tanggal 14 – 21 oktober ada parade tas-tas yang sudah dikerjakan di grup. Alhamdulillah saya berhasil menyelesaikannya tadi malam ^_^

14492430_1146048928811461_6632275817630482669_nMaterial yang dibutuhkan :

-Kain untuk outer, pilih kain yang lemas dan tipis seperti katun atau linen. Jangan menggunakan kain tebal seperti kanvas.
-Kain untuk inner, saya pakai katun juga
-Viselin, untuk pelapis inner dan handle
-m10 untuk pelapis outer
-busa angin untuk batting outer supaya tasnya kokoh berdiri
-resleting uk 5 50-60 cm, saya pakai 50 cm aja
-kancing jepret/magnet tanam, kalau di tutorialnya pakai, saya tidak pakai 😀
-Kalau mau pakai tali panjang bisa ditambahkan juga, ini opsional saja. Saya tidak pakai tali panjang
-Jarum mesin saya pakai no 14

Pola dan tutorial bisa dicek di grup facebook Craftalova Fabric Club ya. Karena grupnya tertutup jadi kalau tidak gabung ke grupnya tidak akan bisa lihat tutorialnya. Silahkan gabung dulu, terus intip-intip deh beraneka macam album tutorial yang ada di sana 🙂

Sekilas pengenalan bahan mungkin ada yang bertanya-tanya apa itu viselin, apa itu m10, dll. Viselin adalah pelapis kain yang berfungsi menahan kain waktu dijahit supaya kain tidak brudul, tidak terlalu tipis. Viselin ini tipis, di satu sisi berperekat. Cara pakai dengan menyeterika bagian yang berperekat ke bagian buruk kain. M10 seperti viselin juga, berperekat di satu sisi, cara pakai juga sama. Cuma kalau viselin seratnya tipis, seperti kapas, mudah sobek. Kalau m10 lebih tebal, seperti kain. Saya saat ini tidak punya m10, adanya m33 jadi saya paki m33 saja untuk pelapis outernya, oke juga kok 🙂 . Kalau busa angin itu yang biasanya untuk bed cover, kan pakai busa, nah biasanya itu pakai busa angin. Saya beli yang tipis saja, Rp.11.000,- semeter.

Saya kerjakan si hobo bag ini selama 3 malam 😀 . Rabu saya coba buat tapi ternyata kehabisan busa angin, jadi harus beli dulu. Kamis sudah hampir selesai, tinggal jahit tindas dan pasang kepala resleting beserta penutupnya. Tapi sudah terlalu larut, jadilah jumat malam berhasil diselesaikan 🙂 .

Untuk pemula proyek ini lumayan gampang. Tasnya besar, kalau mau bawa muatan banyak cocok nih 😀 . Agak sedikit tricky untuk menjahit tindas pas di bagian lengkungan-lengkungannya. Selain itu sepertinya tidak ada yang sulit 🙂 . Sekarang saya juga sepertinya lebih tenang waktu menjahit. Kayaknya sudah lebih mengenal si janome tercinta 🙂 . Ada insiden dedel mendedel juga sedikit, supaya hasil lebih baik tentunya 🙂 . Pas jahit tindas agak melenceng-lenceng sedikit, diluar itu sih sudah oke semua. Semoga ke depannya, hasil jahitan saya lebih baik lagi 🙂

Happy Weekend 🙂


2 Komentar

Weekender Bag

Weekender bag saya akhirnya selesai, tapi saya betul betul tidak puas dengan hasilnya 😦 . Jahitannya loncat, dan setumpuk kesalahan menjahit lainnya. Ini selesai untuk sekedar setor ke penyelenggara kursusnya saja. Dalam hati mah tidak puas sama sekali.

14522823_1141654692584218_6608010555402600017_n

Awalnya semangat banget untuk mengerjakan proyek yang satu ini. Karena weekender bagnya terdiri dari 2 kompartemen. Saya pikir saya bisa bawa ini ke kantor, yang kompartemen atas untuk menyimpan dompet, payung, dll. Yang kompartemen bawah untuk tempat menyimpan kotak makan siang. Angan-angan saya sudah setinggi langit 😀 . Tapi setelah proses pengerjaan saya jadi stres sendiri. Apalagi sampai sekarang saya belum menemukan teknik yang paling nyaman dan pas untuk menjahit gusset dengan alas yang berbentuk kotak. Kalau lingkaran lebih gampang karena tidak ada sudut. Kalau persegi kan ada sudut-sudut. kadang tidak ngepas antara alas dengan gusset. Jadilah pas dijahit kainnya jadi kecekit. Terus juga jahitannya loncat, pas saya lakukan proses pembalikan tasnya jadi bolong 😥 . Itu pas difoto resleting atasnya copot, soalnya jahitan di pangkal dan awal resleting lepas. Mengakibatkan tas bolong 😥 . Betul-betul tidak puas, gagal pokoknya. Tapi kalau tidak pernah gagal, kita gak akan pernah belajar kan. Dengan adanya masalah-masalah dalam menjahit yang saya hadapi, saya jadi termotivasi untuk mencari tahu di mana letak kesalahan saya. Akhirnya saya sudah menemukan solusi untuk benang yang loncat. Tinggal cara untuk menyatukan gusset dan alas saja. Ada caranya di buku yang saya beli, cuma pas dipraktekkan kok tetap tidak pas. Padahal pola sudah dipotong dengan presisi, saya masih bingung salahnya dimana. Mungkin mesti meluangkan banyak waktu untuk latihan menjahit. Saat ini saya belum bisa deh hahaha. Ada waktu ya langsung geber untuk mengerjakan proyek. Padahal practice makes perfect kan. Udah angan-angan sih saya, pakai kain perca ingin latihan teknik ini, teknik itu, tapi sampai sekarang belum kepegang 😀 . Waktunya belum ada (alasan) 😀

Balik ke weekender bag, pengen buat ulang. Semoga bisa dikerjakan dalam waktu dekat.


Tinggalkan komentar

Simple Backpack

Yeay, saya akhirnya berhasil menyelesaikan proyek terakhir dari mbak Anna yaitu membuat backpack. Kursus onlineya sendiri untuk membuat 4 proyek, keempatnya berhasil saya selesaikan. Dan saya paling puas dengan backpack ini 😀 . Lebih rapi, karena sudah lebih mengetahui tekniknya. Menjahitnya sudah lebih lancar, seingat saya gak pake acara dedel mendedel 😀 . Mungkin salah satu sebabnya karena backpacknya saya bikin tanpa pelapis kali ya. Soalnya kalau pakai pelapis itu bikin stres lo 😀

14470425_1141655142584173_5888394066369881910_n

Itu dia penampakan backpack saya, saya berhasil selesaikan hari minggu malam. Bahan outernya kain baby kanvas impor. Bahan kanvas tapi lebih tipis dan lemas, bagus deh bahannya. Untuk innernya saya pakai kain belacu + katun jepang. Ceritanya kehabisan belacu, tapi malas beli ke pasar. Akhirnya memanfaatkan kain yang ada saja 😀 . Tidak pakai pelapis, karena ingin backpacknya terlihat “gemulai” sekaligus merasa belum siap kalau harus menghadapi pelapis lagi 😀

Berikut detail penampakan tasnya :

Yang jadi kekhawatiran saya adalah saat pembuatan tas sebelumnya, mesin jahit saya kok tidak kuat jahit bahan tebal. Padahal si janome ini terkenal karena kekuatannya jahit bahan tebal. Di saya kok tidak seperti itu. Kalau jahit bahan tebal, walaupun si tombol penambahan tekanan sepatu sudah ditekan tapi tetap saja jahitannya loncat. Ilustrasinya seperti ini : _._._._._.__________._._._. Ibaratkan garis pendek itu jahitan normalnya dan si titik-titik itu tanda pertemuan benang atas dan bawah saling mengunci. Kalau ketemu kain yang tebal sekali, jahitannya akan jadi panjang seperti itu 😦 . Benang bawah dan atas tidak mengunci, otomatis tidak terjahit deh. Ini bahaya, soalnya bikin tas bolong, masa’ saya harus jahit manual kan bahannya tebal 😦 . Baru beberapa hari yang lalu saya tahu, kalau itu adalah masalah pengaturan tensi. Kalau jahit bahan tebal, tensinya harus dilonggarkan begitu hehehe. Baru ngeh saya, soalnya pada pembuatan proyek-proyek sebelumnya saya tidak pernah mengatur tensinya, selalu dengan tensi yang sama untuk semua jenis kain. Padahal beda kain dan beda ketebalan, tensinya juga beda. Nambah pengetahuan baru nih 😀

Jadilah untuk si backpack ini saya terapkan ilmu tentang pertensian ini, dan alhamdulillah berhasil 😀 . Untuk jahit webbing (tali tas)  yang super tebal itu, dijahit rangkap 3 pun oke saja. Jahitannya “ngunci” antara benang atas dan bawah, alhamdulillah 😀 .

Lega kelas online dengan mbak Anna sudah selesai. PR saya selesai semua, strenya juga hilang separo hahaha. Akhirnya saya bisa mulai mengristik kembali ^.^