mayangkoto

my story, my life

Flova Wallet

4 Komentar

Sudah lama ingin membuat dompet (lagi) . Maju mundur milih motif kain, akhirnya pilih kain katun impor karena punya linen polos yang warnanya matching dengan si katun. Eksekusinya agak lambat (hahaha). Karena lebih senang memandangi kainnya daripada memotong πŸ˜€ . Tapi akhirnya keturutan juga, saya potong kainnya walaupun sayang πŸ˜€

Bahan-bahan :

-Linen motif (saya pakai katun impor)
-Linen polos
-Katun polkadot untuk dalaman kantong
-Pelapis, saya menggunakan viselin, m33, dan T103. Untuk kelengkapan lain silahkan klik link di bawah

Untuk dompet ini saya tidak pakai pola. Langsung potong menggunakan rotary cutter dan cutting mat. Kalau ada waktu, nanti kapan-kapan saya mau cerita tentang rotary cutter dan cutting mat ya. Sekarang masih malas bikin artikelnya πŸ˜€ . Menggunakan kedua alat tersebut sangat praktis. Karena mempermudah dan mempercepat pemotongan kain, sekaligus hasil pemotongan juga lebih presisi

Oiya, untuk tutorial bisa dilihat di link ini dan ini. Terima kasih mbak Ayu Ovira untuk tutorialnya πŸ™‚ .Turorialnya terdiri dari dua part. Kalau mau mengerjakan, harap tutorial disimak secermat mungkin. Jangan seperti saya, suka sepotong-sepotong. Jadi kadang dalam pengerjaannya menemukan masalah karena tidak menyimak tutorial secara seksama πŸ˜€

Tahap pertama dari membuat dompet ini adalah, memotong bahan dan pelapisnya. Di sin saya menggunakan T103 sebagai bating. Semestinya menggunakan dakron lembaran. Saya menggunakan T103 karena saya pikirΒ akan membuat dompetnya menjadi tegap dan kaku.Β Setelah jadi, dompetnya memang tegap, tapi sepertinya terlalu tipis. Saya ingin mencoba lagi dengan menggunakan dakron lembaran

Tahap selanjutnya menempelkan pelapis ke kain dengan cara diseterika. Saya sebetulnya paling malas kalau harus menyeterika. Tapi demi hasil yang memuaskan, menyeterika harus dijalani πŸ˜€ .

Habis ini tinggal bikin bisban, tinggal menjahit deh. Kalau niat sih sebentar selesai, tapi saya orangnya malas, suka menunda-nunda hahaha. Dan ini juga gampang proses menjahitnya. Tidak butuh teknik menjahit yang njelimet. Untuk pemula sepertinya cocok kok proyek ini.

Yang agak tricky mungkin waktu bagian pasang bisban, saya salah menangkap maksudnya. Alhasil harus dedel jahitan. Menurut tuto mbak ayu, bisban dipasang di bagian luar terlebih dahulu. Baru diselesaikan menjahit bisban bagian dalam dengan cara jahit tangan. Video jahit soomnya mbak ayu bisa dilihat di sini.

Sedangkan menurut mbak maya lia dari craft needs, menjahit bisban dikerjakan dari bagian dalam, baru diselesaikan bagian luar dengan cara jahit mesin. Tutorial dari mbak maya bisa dilihat di sini. Nah jahit bisban saya pake metode mbak maya, jahit di dalam dulu, baru selesaikan bagian luarnya. Tapi saya jahit bisban bagian luar pakai jahit tangan. Karena menurut banyak crafter, jahit tangan supaya rapi. Tapi saya punya masih belum rapi nih. Jam terbang harus ditambah nih πŸ˜€

Ini hasil karya saya

Sudah lama tidak menjahit, eh jadinya mencong-mencong lagi jahitannya πŸ˜€ . Tapi lumayanlah. Karena proyeknya tidak terlalu rumit, tidak banyak drama yang terjadi saat proses pembuatannya πŸ˜€

Saya penasaran, ingin mencoba membuat lagi. Apakah hasilnya bisa lebih baik dari ini

Iklan

Penulis: mayang koto

Crafter and gardener

4 thoughts on “Flova Wallet

  1. Kayaknya udah lama gak liat mbak mayang posting beginian 😁

    Suka

  2. wah, banyak diy di blog ini, kapan2 mau lihat yg lainnnya…
    ada bahan2 lebih di rumah bingung mau dibuat apa
    salam kenal mayamg, udah difollow sekalian IGnya dari @monda6

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s