mayangkoto

my story, my life


Tinggalkan komentar

Jadi begini, kebetulan saya bergabung di salah satu grup jual beli di facebook khusus bidang kerajinan tangan. Nah salah satu peraturan grup adalah :

6. Posting foto jualannya cukup 1 x sehari. Maksimal 5 foto. apabila banyak, silakan share link albumnya yang di akun/fanpagenya, jadi tidak penuh2in wall grup.

 

Kebetulan ada salah satu anggota, yang juga berteman dengan saya mengirim foto barang jualannya sebanyak 3 kali di grup itu. Otomatis saya lumayan terganggu. Menuh-menuhin notif istilahnya. Saya kira notif apa ternyata notif orang jualan. Saya tegur dong

mbak, sehari boleh posting jualan cuma sekali aja

peraturan no 6:
6.Posting foto jualannya cukup 1 x sehari. Maksimal 5 foto. apabila banyak, silakan share link albumnya yang di akun/fanpagenya, jadi tidak penuh2in wall grup.

Weh, kayaknya dia tidak terima saya tegur. Dia tanya saya siapa, saya jawab saya cuma member biasa. Oh mungkin dia pikir karena saya cuma member bukan admin jadi tidak berhak tegur dia. Plis deh, sudah banyak member yang kena tegur member lain karena posting lebih dari sekali sehari. Lagian memangnya adminnya harus ready 24 jam jagain grup?

Dengan dalih cari rezeki halal lantas apakah perbuatannya dapat dibenarkan? Saya tidak menyalahkan jualannya. Tapi saya kasih tahu di grup itu ada aturannya. Tolong ikuti aturan mainnya. Sebel deh sama orang yang tidak tahu aturan. Kita jualan di tempat orang tolonglah ikut peraturan yang sudah dibuat oleh si empunya grup. Kalo di wall sendiri mah bebaslah. Palingan orang yang terganggu tinggal unfollow. Nah di grup masa’ dari atas sampai bawah isinya dagangan dia saja. Padahal admin sudah kasih peringatan supaya “tidak penuh2in wall grup”

Mari ikut aturan supaya tertib, supaya negara kita juga jadi tertib. Kapan negara bisa tertib, bisa maju kalau mental warga negaranya masih bermental “aturan ada untuk dilanggar”

 


Tinggalkan komentar

Golongan Darah Saya Ternyata…..

Lupa cerita tentang ini waktu buat postingan tentang padang fair. Selama ini saya cuma tahu golongan darah saya O karena ayah dan mama golongan darahnya O. Otomatis sebagai anak, golongan darah saya pastinya, tidak lain, tidak bukan, adalah O ya 😀 . Si mama memang sudah pernah periksa golongan darah di RS Fatmawati Jakarta jaman dulu kala hahaha. Karena keyakinan seperti itu, otomatis waktu SMA dulu saya tidak ikut periksa golongan darah. Dengan PDnya isi data kalau golongan darah saya O. Waktu perekaman data untuk KTP elektronik juga saya isi O . Baca lebih lanjut