mayangkoto

my story, my life


1 Komentar

PADANG FAIR 2017

Padang Fair kembali digelar mulai tanggal 28 April minggu kemarin di GOR H. Agus Salim Padang. Saya langsung datang malamnya bersama mama. Kebetulan, saat itu juga tengah berlangsung pertandingan Semen Padang FC kontra Persipura. Alhamdulillah, tim kebanggaan urang Minang berhasil menaklukkan tim tamu dengan skor 1-0 . Selagi mereka bertanding, waktunya kami melihat-lihat stand-stand yang ada. Walaupun sudah malam tapi masih banyak stand yang buka.

Beberapa stand yang kami kunjungi antara lain :

Stand KPU Kota Padang
Di sini, kami mengisi kuisioner tentang pelaksanaan pilgub tahun lalu. Kalau kita isi kuisioner di sini, nanti kita dapat gantungan kunci. Saya lupa foto gantungan kuncinya. Nanti kuisionernya dimasukkan ke drop box. Terus difoto sama orang KPUnya, kayak orang habis nyoblos terus masukin surat suaranya ke kotak surat suara 😀

Ini ada model pelaksaan pemilu

Maket simulasi pelaksaan pemungutan suara di TPS

Nah ini foto saya berdua mama 😀

Kata orang di stand RSUD Padang, katanya kita kaka adek hehehe

Di stand KPU ini kita juga bisa menulis “unek-unek” di layout yang sudah disediakan. Ini unek-unek saya sebagai anggota KPPS

Kirim undangan itu capek loh. Apalagi kalau nama yang terdaftar tidak kunjung ditemukan 😦

Stand Dinas Tenaga Kerja
Selain itu kami berkunjung ke stand dinas tenaga kerja. Kalau ada yang putus sekolah; tidak ada pekerjaan; mau mencoba berwirausaha, datang saja ke stand ini untuk mengetahui syarat-syarat yang diperlukan untuk mengikuti pelatihan gratis yang diselenggarakan dinas tenaga kerja. Ada banyak kelas pelatihan yang dibuka.

Di stand ini saya dan mama isi form undian, yang di hari terakhir Padang Fair akan diundi untuk mendapatkan doorprize 😀 . Selain itu kalau kita bisa menjawab pertanyaan yang diberikan petugas stand, kita bisa mendapatkan hadiah langsung. Sayang, saya dan mama telat datangnya hehehe. Kita tidak dapat hadiah langsung, karena kuota hari itu sudah habis 😀

Yang ada botol minuman dan kardus berbungkus kertas kado, itulah doorprizenya 😀

Stand Bank Indonesia
Di sini kita ikut kuis tebak nominal uang. Sama seperti di stand dinas tenaga kerja, pemenang akan diumumkan di hari terakhir penyelenggaraan Padang Fair. Saya mau foto, tapi ramai sekali orang yang memadati stand ini. Mungkin karena doorprizenya uang tunai kali ya 😀

Selain itu ada kuis juga yang diadakan di sini. Si mama berhasil menjawab (berkat bantuan saya 😛 ) dan mendapatkan usb merek hp. Eh si mama malah hadiahnya ditukar ke bapak yang dapat hadiah payung Zzz. Si mama pemikirannya praktis sekali khas ibu-ibu. Kalau saya berpikir secara ekonomi, nilai usb lebih mahal dari payung. Ya sudahlah

Stand Handmade
Saya lupa nama standnya 😀 . Tapi menjual kreasi handmade seperti rajutan, dan kerajinan khas minang seperti sulaman dan kain tenun

Sulaman Suji Koto Gadang

Ini 100% dikerjakan dengan tangan. Baik sulamannya, maupun rendanya. Bahkan rendanya juga dijahitkan dengan tangan ke selendangnya. Harganya Rp.4.500.000,- , berminat? 🙂 . Karena ini proses pembuatannya lama, bahkan lebih lama dari kain tenun. Padahal hanya mengerjakan selendang saja. Biasanya satu selendang dikerjakaan satu orang selama 6 bulan sampai 1 tahun. Lama sekali ya. Kenapa yang mengerjakan 1 orang? karena kalau banyak orang yang mengerjakan bisa-bisa hasilnya berbeda-beda dalam satu selendang. Mengurangi nilai estetikanya. Kalau pun dikerjakan bersamaan, biasanya yang mengerjakan adalah suami, istri, dan anak. Hasilnya rapi sekali, bagian belakangnya saja hampir terlihat tidak ada bedanya dengan bagian atas/bagus. Sulaman suji caie ini khas Koto Gadang, Kabupaten Agam. Kalau dari Nareh, Pariaman khasnya adalah sulaman benang emas dan sulaman kapalo paniti.

Hanya itu saja stand yang menyita perhatian kami. Kebanyakan stand belum buka, atau sudah tutup. Ingin ke sana sekali lagi 😀 . Keluar dari tenda tempat stand-stand berada, kami mampir ke depan stadion dulu. Semen Padang sudah selesai bertanding. Kami ingin melihat pemainnya (gara-gara ini kami ketinggalan bus terakhir 😥 )

Lama sekali menunggu para pemain keluar

Mama berpose di depan bus yang akan membawa pemain persipura ke hotel

Yang keluar terlebih dahulu adalah pemain persipura. Setelah para pemain naik ke bus, busnya langsung berangkat. Banyak penonton yang melambaikan tangan kepada para pemain persipura. Beberapa pemain juga membalas melambaikan tangan. Suporter semen padang sportif ya, tidak rusuh. Tidak berbuat anarkis, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu kepada pemain semen padang saat laga tandang di Gresik. Bus yang mengangkut pemain semen padang dilempari batu

Menunggu pemain semen padang keluar itu lama sekali. Akhirnya mereka masuk bus juga. Tapi kok tidak menoleh ya, apa memang begitu standarnya ya, saya tidak tahu karena baru sekali ini menunggu para pemain bola. Kelihatan punggungnya saja 😀

Setelah bus yang mengangkut pemain pergi, kami pun pulang. Kami mampir dulu membeli kerak telor. Kerak telor kalau di Padang ini sepertinya hanya bisa dijumpai di GOR saja.

Menunggu kerak telornya matang 😀

Bapak yang jual ini asalnya dari Koja. Dulu waktu pertama si mama tahu ada orang yang jual kerak telor. Si mama agak setengah tidak percaya. Karena orang Betawi tidak ada yang mau merantau jauh-jauh hehehe. Sekarang sepertinya sudah tidak ya 😀 . Harga kerak telornya Rp.15.000,-. Kalau di Jakarta, harganya berapa ya? hehehe. Selain itu si adik minta dibelikan gula-gula kapas. Jadinya kita jajan dulu sebelum pulang.

Kami menunggu bus trans padang yang tak kunjung muncul di halte. Kebetulan ada yang lewat, kami tanya sampai jam berapa bus trans padang beroperasi. Ternyata cuma sampai jam 21.00 saja 😥 . Coba tadi kami tidak gaya-gayaan menunggu para pemain semen padang keluar, pasti tidak akan ketinggalan bus. Jangankan bus, taksi saja tidak ada yang lewat. Terpaksa pulang jalan kaki.

Jalan kaki menguras tenaga, bikin lapar 😀 . Akhirnya kita makan bakmi dulu. Sepertinya kami berdua pengunjung terakhir. Saya pesan bakmi pedas, rasanya tidak sepedas saat pertama saya makan dulu. Dulu pedasnya membuat air mata mengalir. Sekarang lebih soft rasanya. Selama makan kami ditemani video klip seurieus band. Saya jadi terkenang masa SMA nih 😀 . Lagu-lagu seurieus band seperti bandung 19 oktober, roker juga manusia, kecuali dia, dll. Lagu-lagu dulu kala memang indah ya 😀 . Saya paling suka lagu bandung 19 oktober 😀

Selesai makan kami lanjut jalan kaki sampai rumah. Semoga bisa ke Padang Fair lagi sebelum Padang Fairnya berakhir. Masih belum puas cuci matanya 😀