mayangkoto

my story, my life

Prosedur Mengurus Kacamata Bagi Peserta BPJS Kesehatan

Tinggalkan komentar

Tanggal 27 bulan kemarin saya akhirnya memeriksakan mata ke dokter mata di rumah sakit untuk mendapatkan resep guna pembuatan kacamata. Setelah seminggu sebelumnya, saya meminta surat rujukan dari klinik tempat saya terdaftar. Bagi para pembaca yang merupakan peserta BPJS Kesehatan yang ingin mengurus kacamata juga, berikut adalah prosedur yang saya ikuti untuk mendapatkan kacamata

  1. Minta surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat 1 tempat kita terdaftar seperti di klinik atau di puskesmas untuk memeriksa mata pada dokter spesialis mata di rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Surat rujukan ada baiknya segera digunakan. Jangan sampai lebih dari 1 bulan. Kalau lebih dari 1 bulan, harus meminta surat rujukan baru. Dalam surat rujukan, saya didiagnosa menderita myopi
  2. Ada baiknya sebelum minta surat rujukan cari tahu dulu kita ingin memeriksakan mata dengan dokter mata siapa dan di rumah sakit mana dokter tersebut praktik. Misalnya saya, mama sudah kasih tahu kita nanti periksa mata dengan dr. A. Rahman di Rumah Sakit Selaguri Padang. Kenapa di sana? Kita tahunya dokter A. Rahman praktik sore cuma di rumah sakit itu saja. Kenapa dr. A.Rahman? Karena dokternya sudah berpengalaman sekali sebagai dokter mata 🙂
    Jadi pas nanti dokter umum dari faskes tingkat pertama bertanya pada kita ingin periksa dengan siapa dan di mana, kita sudah bisa memberi tahu ingin diperiksa dimana.
  3. Setelah mendapat surat rujukan, datang pagi-pagi ke rumah sakit rujukan untuk menyerahkan surat rujukan( Semakin pagi, semakin awal dapat nomor antrian periksa).  Karena biasanya dokter spesialis praktiknya sore. Jangan lupa untuk membawa fotokopi kartu BPJS Kesehatan dan KTP kalau kita belum pernah diperiksa di rumah sakit tersebut sebelumnya.
    Seperti saya yang lupa membawa fotokopi kedua kartu tersebut, kelimpungan mencari tempat fotokopi karena fotokopi harus diserahkan sebelum jam 3. Jadi di rumah sakit tersebut pendaftaran untuk periksa dengan dokter spesialis ditutup pukul 15.00. Jadi jangan lupa untuk memperhatikan jadwal di rumah sakit yang Anda datangi
  4. Sorenya, akhirnya mata saya diperiksa. Prosesnya cepat, pertama pemeriksaan dengan komputer. Kemudian baru pemeriksaan secara manual. Setelahnya kita dapat kertas yang berisi sejauh mana kerabunan mata kita. Untuk saya, hanya miopi saja 1.25 dan 1.5. Saya kira sampai 3, alhamdulillah ternyata tidak terlalu besar 🙂 . Selain resep juga disertakan surat untuk disetujui oleh BPJS Kesehatan. Serta surat lain untuk kontrol kembali, jika masih terdapat keluhan setelah pemeriksaan pertama
  5. Setelahnya, surat tersebut diserahkan ke lobi depan (Tempat kita menyerahkan surat rujukan tadi) . Kalau saya, suratnya baru akan diacc pada hari selasa. Karena orang BPJSnya datang hari selasa, jadi saya disuruh datang selasa siang.
    Sedikit info,sepertinya beda rumah sakit berbeda sistemnya. Ada yang orang BPJS Kesehatannya datang langsung ke rumah sakit untuk memberikan stempel persetujuan (Seperti RS. Selaguri). Ada yang kita harus datang sendiri meminta persetujuan ke kantor BPJS Kesehatan. Kalau kata si mama sih, yang berobat ke BMC Padang disuruh meminta persetujuan ke kantor BPJS Kesehatan
  6. Seperti apa sih persetujuannya? Cuma stempel saja di kertas surat tadi beserta persetujuan untuk mendapatkan kacamata senilai Rp.200.000,- di optik-optik yang sudah ditentukan. Karena saya peserta BPJS kelas dua, maka boleh memilih kacamata sebesar Rp.200.000. Untuk kelas 1 Rp.300.000,- dan untuk kelas 3 Rp.150.000,-
  7. Setelahnya surat tersebut dibawa ke optik. Tinggal pilih kacamata yang kita suka. Kacamatanya sudah dikelompokkan berdasarkan kelas. Kalau mau yang lebih bagus juga bisa. Kita tinggal tambah kekurangannya. Tapi saya sih ambil yang sesuai kelas saja, biar irit 😀
  8. Tinggal tunggu kacamatanya siap, biasanya seminggu. Tapi saya kemarin cuma 3 hari. Rabu saya antarkan suratnya ke optik, hari sabtunya ditelpon oleh orang optiknya. Katanya kacamata saya sudah siap, sudah bisa dijemput 🙂
    Oiya sewaktu menyerahkan surat resep ke optik jangan lupa membawa (lagi-lagi) fotokopi kartu BPJS Kesehatan. Kalau saya karena tidak bawa, boleh dibawa saat kacamata dijemput

Bagaimana, tidak ribet kan prosedur mengurus kacamatanya 🙂

Iklan

Penulis: mayang koto

Crafter and gardener

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s