mayangkoto

my story, my life

Jangan Ganti Obat di Resep Sembarangan

14 Komentar

Mama saya sakit, jadi di bawa sama adek saya ke dokter. Kata dokter sih cuma demam biasa sama kelelahan aja. Dikasih resep untuk 4 jenis obat. Saya dan adek saya pergi menebus resepnya ke apotek. Ternyata ada satu obat yang gak ready. Obat penghilang rasa nyeri. Sudah tanya ke beberapa apotek tetap saja semuanya kosong. Nanya kan ke yang punya apotek, kebetulan tetangga juga. Ini obatnya bisa diganti gak. Bisa, pake obat ini aja Analspic atau apa gitu namanya kata yang jual. Ini sama-sama penghilang nyeri kok. Aman gak? kata adek saya. Kata yang jual aman kok. Oke, dengan persetujuan saya dan adek kami ganti deh obatnya (Celakanya kami 😦 )

Setelah makan sedikit, mama pun minum obat. Tapi menurut si mama jantungnya jadi berdebar, nafas jadi sesak, badan jadi gemetar. Si mama jadi nyalahin dokter, ni pasti dosisnya ketinggian. Karena gak kunjung membaik, gak bisa makan, soalnya nelen susah, mual terus. Mama katanya mau dirawat, bawa ke RSU Aisyiyah, tempat mama dirawat dulu. Diperiksa di ugd, curhatlah ke dokternya kalau abis minum obat begini begitu. Dokter mau lihat obatnya, obatnya lupa di bawa. Akhirnya adek saya jemput dulu. Terus setelah dilihat dokternya. Semua obatnya ok, dosis pak, tapi ada satu obat yang mungkin menyebabkan mama saya gemetar, sesak napas. Yaitu si asam mefenamat. Saya bengong, kok obatnya sama buat saya pas habis operasi dulu. Pas saya lihat obatnya ternyata di bawah tulisan analspic (apa gitu tulisannya lupa), ada tulisan asam mefenamat. Begonya saya, mau-mau aja nukar obat. Gak saya cek pula obatnya pas di apotek. Pas mama minum obat itupun yang bukain obatnya adek saya. Jadi saya baru tau tentang obatnya pas di rumah sakit itu

Begonya saya. Saya sendiri diwanti-wanti sama dokter kalau makan obat asam mefenamat itu perut gak boleh kosong 😦 , karena obatnya keras, bisa mengiritasi lambung. Lah ini diminum pula sama mama saya yang perutnya kosong karena udah dua hari gak makan. Gimana gak tambah sakit mama saya 😦 . Pelajaran berharga, jangan pernah ganti obat di resep. Jangan karena salah obat, malah menambah parah penyakit.

Kata dokter yang di UGD mama saya kena dispepsia aja, jadi disuntik deh untuk menghilangkan mual supaya bisa makan. Dispepsia untuk sekedar info, gejalanya mirip maag. Kata dokter di ugd itu boleh aja minum asam mefenamat, tapi harus ada obat penguat lambungnya. Si mama tetap pengen dirawat, maunya diinfus Zzzz. Padahal infus kan cuma cairan garam. Udah saya bilangin tu ke si mama. Si mamanya gak percaya. Dan kata dokter juga gitu, gak bisa dirawat karena kondisi si mama gak emergency. Pas pulang pun diminta tagihan karena bukan kategori emergency, jadi BPJS tidak berlaku.

Alhamdulillah, pas pulang sudah bisa makan sedikit. Tadi pagi juga sudah bisa makan bubur kacang hijau. Kemarin makan bubur ayam sama bubur sumsum aja gak bisa, gak sanggup nelan katanya. Semoga segera sembuh ya ma

Iklan

Penulis: mayang koto

Crafter and gardener

14 thoughts on “Jangan Ganti Obat di Resep Sembarangan

  1. Semoga segera sembuh dan pulih lagi seperti semula

    Suka

  2. Semoga segera membaik ya Mayang untuk Mama. Mungkin karena sugesti ya merasa kalau diinfus agak baikan

    Suka

  3. Waduuuh mbak, fatal bangeettt…
    Semoga cepat sembuh ya si mama…

    Suka

  4. semoga mamahnya cepat sembuh mba, hmmm dua hari enggak makan, gimana yaa rasanya.. ooh iya, saya baru tahu kalau BPJS nggak berlaku ya kalau bukan emergency

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s