mayangkoto

my story, my life

Simple Backpack

Tinggalkan komentar

Yeay, saya akhirnya berhasil menyelesaikan proyek terakhir dari mbak Anna yaitu membuat backpack. Kursus onlineya sendiri untuk membuat 4 proyek, keempatnya berhasil saya selesaikan. Dan saya paling puas dengan backpack ini😀 . Lebih rapi, karena sudah lebih mengetahui tekniknya. Menjahitnya sudah lebih lancar, seingat saya gak pake acara dedel mendedel😀 . Mungkin salah satu sebabnya karena backpacknya saya bikin tanpa pelapis kali ya. Soalnya kalau pakai pelapis itu bikin stres lo😀

14470425_1141655142584173_5888394066369881910_n

Itu dia penampakan backpack saya, saya berhasil selesaikan hari minggu malam. Bahan outernya kain baby kanvas impor. Bahan kanvas tapi lebih tipis dan lemas, bagus deh bahannya. Untuk innernya saya pakai kain belacu + katun jepang. Ceritanya kehabisan belacu, tapi malas beli ke pasar. Akhirnya memanfaatkan kain yang ada saja😀 . Tidak pakai pelapis, karena ingin backpacknya terlihat “gemulai” sekaligus merasa belum siap kalau harus menghadapi pelapis lagi😀

Berikut detail penampakan tasnya :

Yang jadi kekhawatiran saya adalah saat pembuatan tas sebelumnya, mesin jahit saya kok tidak kuat jahit bahan tebal. Padahal si janome ini terkenal karena kekuatannya jahit bahan tebal. Di saya kok tidak seperti itu. Kalau jahit bahan tebal, walaupun si tombol penambahan tekanan sepatu sudah ditekan tapi tetap saja jahitannya loncat. Ilustrasinya seperti ini : _._._._._.__________._._._. Ibaratkan garis pendek itu jahitan normalnya dan si titik-titik itu tanda pertemuan benang atas dan bawah saling mengunci. Kalau ketemu kain yang tebal sekali, jahitannya akan jadi panjang seperti itu😦 . Benang bawah dan atas tidak mengunci, otomatis tidak terjahit deh. Ini bahaya, soalnya bikin tas bolong, masa’ saya harus jahit manual kan bahannya tebal😦 . Baru beberapa hari yang lalu saya tahu, kalau itu adalah masalah pengaturan tensi. Kalau jahit bahan tebal, tensinya harus dilonggarkan begitu hehehe. Baru ngeh saya, soalnya pada pembuatan proyek-proyek sebelumnya saya tidak pernah mengatur tensinya, selalu dengan tensi yang sama untuk semua jenis kain. Padahal beda kain dan beda ketebalan, tensinya juga beda. Nambah pengetahuan baru nih😀

Jadilah untuk si backpack ini saya terapkan ilmu tentang pertensian ini, dan alhamdulillah berhasil😀 . Untuk jahit webbing (tali tas)  yang super tebal itu, dijahit rangkap 3 pun oke saja. Jahitannya “ngunci” antara benang atas dan bawah, alhamdulillah😀 .

Lega kelas online dengan mbak Anna sudah selesai. PR saya selesai semua, strenya juga hilang separo hahaha. Akhirnya saya bisa mulai mengristik kembali ^.^

Penulis: mayang koto

Crafter and gardener

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s