mayangkoto

my story, my life

Cerita Idul Fitri 2016

4 Komentar

Ya, ini emang telat banget ceritanya. Tapi ya gimana lagi. Saya nebeng foto-foto di hp-nya adek, soalnya hp dia kameranya mantap abis😀 . Jadi selama ini belum sempet pindahin ke hp sendiri. Sebenarnya udah ada yang dipindahin, cuma beberapa aja, jadi ya kurang afdol kayaknya hahaha. Karena males mindahin, akhirnya tertunda terus bikin postingan tentang lebaran

Seperti biasa hari pertama kita lebarannya di Padang aja. Gak kemana-mana, di rumah aja. Hari kedua saatnya pulang kampung ke Pariaman. Kita berangkat ke stasiunnya subuh-subuh lo. Ternyata eh ternyata, keretanya baru berangkat jam 8 lewat, kan sesuatu sekali. Mana perut kosong melompong. Gak ada pemberitahuan nih, kan aslinya tu kereta berangkat jam 06.00. Ini jadi dimundurin dua jam Zzzz. Sampe di rumah amak, duduk-duduk sambil makan lontong, abis itu pergi ke rumah si om deh. Seperti biasa, si hantu air selalu beraksi

Saya selalu suka berkunjung ke rumah tante saya ini. Serba teratur dan rapi di sini🙂

 

Terlihat gunung tandikek di kejauhan

Terlihat gunung tandikek di kejauhan

Habis itu makan siang deh. Setelahnya kami pergi ke Taluak, tempat tinggal mamak saya yang paling besar. Jadi sepupu saya (anak perempuannya mak adang) kan pengantin baru ceritanya. Tradisi orang pariaman itu, pengantin baru pas lebaran itu mananti alek. Mananti alek itu nanti mertua kirimin daging untuk dibikinin soto. Nah nanti sodara, temen, rekannya si suami datang ke rumah istrinya untuk makan soto. Ternyata selain soto, keluarga mamak saya juga menyiapkan hidangan lengkap. Kata etek saya, dia dulu waktu jadi pengantin baru cuma sediakan soto aja, gak pake nasi komplit hehehe. Setelah rombongan keluarga plus temannya suaminya sepupu saya itu pulang. Saatnya dia beserta suaminya untuk pergi mengunjungi mertua dan mamak-mamak dari suaminya. Pengantin baru di Minangkabau pas lebaran pertama memang seperti itu. Tapi untuk lebaran seterusnya, cuma mengunjungi mertua saja. Bawa nasi, rendang, telur ceplok, ikan, apa lagi ya, saya juga lupa isinya apa aja. Itu semua dimasukkan ke rantang yang besar. Terus ditambah agar-agar dan kue bolu. Total ada 13 rumah yang akan dikunjungi sepupu saya sore itu. Kami (saya, mama, dua orang adik saya, etek saya, dan anak etek saya yang kembar) ikutan😀 . Kurang kerjaan banget ni hahaha, kirain cuma sebentar eh ternyata perkiraan saya salah. Itu kami berkelana mengunjungi nagari-nagari di kabupaten padang pariaman. Itu baru sebagian kecilnya pula. Baru sekali ini saya masuk jauh ke pedalaman kabupaten padang pariaman. Setelah kita kasih rantang, nanti kita dikasih uang atau bahan baju, atau bahkan rantang juga (yang baru pastinya) sebagai timbal balik atas makanan yang kita kirimkan tersebut. Untungnya sepupu saya pakai mobil bak terbuka. Pengalaman pertama saya tu, rame-rame pakai mobil kayak gitu seru banget. Tapi udah maghrib gitu yang kekirim baru 2 apa 3 gitu. Masih banyak yang lain, alamat tengah malam ini pulang ke rumah. Duduk lama-lama di lantai mobil itu gak enak. Bikin pantat sakit, kaki kesemutan. Komplit deh penderitaannya, tapi sebanding sama pengalamannya😀 . Puas banget lihat bintang-bintang di langit. Ada tempat-tempat yang isinya sawah semua, gak ada perumahan, jadi gak ada lampu. Bayangin malam-malam tempat lapang tanpa lampu. Itu bintang keliatan banget di langit. Dari utara ke selatan penuh sama bintang-bintang. Mana waktu itu saya lagi berbaring di lantai mobil. Wih pengalaman tak terlupakan, berbaring sambil melihat kumpulan bintang-bintang. Akhirnya sampai ke rumah amak tengah malam. Padahal pagi-paginya sudah harus berangkat lagi ke stasiun buat balik ke padang. Ini mama saya kok buru-buru banget pengen balik ke padang. Saya kan belum puas di kampung😦

Balik ke padang tapi adek saya yang bungsu gak mau ikutan pulang. Dia mau tinggal sama amaknya. Ya udah, dia ditinggal di kampung deh. Ternyata adek saya yang nomor 2 mau bawa kami jalan-jalan ke Malibo Anai yang lokasinya ya di padang pariaman juga. Hari itu juga kami ke pariaman lagi, kali ini pakai mobil. Buat jemput adek saya dan keluarga etek saya

Menuju malibou anai :D

Menuju malibo anai😀

Untungnya adek saya ini punya kenalan manajer di sana. Soalnya untuk menuju ke puncak anainya. Kita musti bayar dua kali. Pertama pas masuk gerbang malibo anainya, yang kedua pas mau naik ke puncak anainya. Kami ada banyak, kena berapa tu kalau musti dua kali bayar hahaha. Untungnya bisa masuk dengan gratis tis tis😀 . Waduh pas saya liat kolamnya jadi gak inget umur, langsung nyebur hahaha. Sekali nyebur langsung menggigil, gila airnya dingin banget. Bikin bibir gemetaran, keluar lagi, masuk lagi😀 . Niat hati sekalian belajar berenang, tapi ternyata saya gak bisa-bisa berenangnya. Padahal udah diajarin sama adek saya (anaknya etek). Mungkin efek takut tenggelam kali ya hahaha

Malibo anai ini berada di sekitaran kaki gunung Tandikek. Gunung tandikek ini kalau gak salah masuk kategori gunung normal aktif. Masih ada aktifitas gunungnya, soalnya di kawah gunung kita masih bisa lihat asap mengepul keluar. Pemandangan dari puncak anai ini indah banget lo

Keren banget

Keren banget

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sore-sore deh kami pulang. Abis itu nganterin keluarga etek dulu ke rumah amak. Habis itu langsung bali ke padang malam itu juga. Sampai padang perut laper, untung ada tukang martabak mesir yang tetep jualan. Heran juga malam-malam begitu, lebaran pula, tetep rame yang beli di sana😀

Besoknya kami ke danau kembar. Saya ni pengennya ke lembah harau, tapi ayah saya maunya ke solok. Ya udah deh hehehe. Saat perjalanan ke danau kembar kami singgah dulu ke kebun teh

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Masuk ke kebun teh bayar juga ternyata. Kesempatan kali ya, mumpung lebaran. Ini harga makanan di sini naiknya jadi berkali-kali lipat. Lupa berapa, tapi harga makanan di sini lebih mahal kalau dibandingkan di puncak anai kemarin.

Lanjut ke danau kembar, ini di mana-mana bayar. Masuk ke panorama danau kembar bayar. Masuk ke danaunya bayar juga. Di panorama ini kita naik ke ketinggian jadi kita bisa lihat kedua danau dari atas.

Saya padahal di sepanjang perjalanan udah ngincer stroberi, tapi adek saya gak mau berhentiin mobil😦 . Ternyata di panorama danau kembar ini ada yang jual stroberi lo sama jual aneka jenis bunga-bungaan😀 . Stroberinya per polibag harganya 10k aja. Lumayan daripada buah stroberinya. Masa’ sekotak kecil harganya 10k. Di padang aja cuma 5ribu. Mungkin aja lebih fresh tapi tetap harganya gak masuk akal. Terus saya nemu tanaman yang udah lama saya cari-cari namanya watermelon peperomia alias peperomia semangka. Banyak jenisnya, yang mirip mirip sama peperomia ini pun juga ada. Tapi saya beli cuma si peperomia semangka aja. Harganya 25ribu

Senang sekali berhasil mendapatkan tanaman-tanaman ini :)

Senang sekali berhasil mendapatkan tanaman-tanaman ini🙂

Berkeliling-keliling sambil lihat bunga-bunga yang ditanam oleh penduduk di sini. Padahal ditanam ala kadarnya, tapi tetap subur dan menghasilkan bunga-bunga yang indah. Di saya biar kata dikasih tanah yang bagus, tetep aja ada yang gak berhasil hidup.

Di panorama ini ya cuma liat pemandangan danau sama lihat bunga-bunga yang dijual aja. Gak ada yang lain. Untungnya ada polisi meramaikan suasana dengan nyanyian dangdutnya😀 . Selesai menikmati pemandangan di sini kami pun turun ke danau. Saya lupa persinya kami ni ke danau yang mana. Danau atas apa danau bawah ya hmm.

Sayang ni kawasan danaunya gak tertata dengan baik. Sampah di mana-mana, pedagang yang tidak teratur. Mana wcnya ya ampun, gak ada pintunya, kotor pula astaga >_< . Kami menyempatkan diri untuk naik perahu, ayah saya gak mau ikutan naik. Bayar per orang masing-masing Rp.10.000,- . Kirain bakalan dibawa jauh berkeliling danau. Ternyata cuma dekat aja.

Di danau itu memang matahari bersinar terik, tapi ada angin sejuk yang selalu berhembus. Jadinya udara tetap sejuk gitu. Sedikit cerita danau kembar ini merupakan kawah bekas letusan gunung talang. Selain danau di atas dan danau di bawah, ada juga danau talang. Dahsyat juga ya ini gunung talang, banyak danau dari bekas kawah lubang letusannya. Sampai sekarang gunung talang ini masih aktif. Kata ayah saya, dari kampungnya bisa terdengar gemuruh kalau gunungnya sedang aktif. Gunung talang ini satu dari 3 gunung api aktif di Sumatera barat bersama dengan gunung Marapi dan gunung Kerinci.

Habis dari danau kita cari makan. Gak di daerah danaunya sih, udah mau menuju ke kebun teh hehehe. Kena berapa ya lupa. Pokoknya lumayan. Yang disayangkan dari rumah makan sejenis ini adalah gak transparan sama biaya makannya😦 . Di sini seru, bunga dahlia dimana-mana. Sayang gak bisa diraih karena lokasinya di bawah plus ada pagarnya. Kalau gak gitu mungkin udah diambil sama pengunjung kali ya😀 . Setelahnya kami ke padang deh. Udah nyampe di padang muter dulu. Adek saya yang cewek mau lihat rumah sakit jiwa HB Saanin alias indaruang belok kiri. Kalau di jakarta biasanya orang-orang kalo ngomong “bawa ke grogol” maksudnya ke RSJ maka di padang pun gitu. “Baoklah ka gaduik/ baoklah ka indaruang belok kiri” maka yang dimaksudnya ya ke RSJ. Ayah pengen silaturahmi lebaran ke rumah temennya. Maka dari sana kami mampir ke rumah om agus. Lama banget di sini, sampai sore. Akhirnya setelah dari sana kami sampai di rumah dengan selamat. Dengan demikin jalan-jalan pun selesai🙂

Seru sekali libur lebaran tahun ini. Bisa berkunjung ke beberapa tempat bersama keluarga🙂

Penulis: mayang koto

Crafter and gardener

4 thoughts on “Cerita Idul Fitri 2016

  1. Seruuuu Mayang ceritanya. Lebaran memang selalu menyenangkan ya kumpul keluarga dan saling berkunjung begitu, apalagi sesi makan2nya haha. Muka kamu mirip banget ya sama adik kamu yg kecil yg cowok.

    Suka

  2. Entah kenapa fotonyaa gak bisa fully loaded, jadi nggak bisa liaht foto fotonya semua dehh… seruu nih liburannyaaa heheh

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s