mayangkoto

my story, my life

Banjir Melanda Kota Padang

Tinggalkan komentar

Di kantor saya daerah Padang Barat (rumah saya di Padang Timur) hujan turun kemarin sore sekitar menjelang jam 3. Sempat teduh, cuma beberapa saat menjelang saat pulang (jam 16.30) hujan kembali turun. Ketika sudah sampai dekat-dekat rumah saya melihat rumah tetangga yang air selokan depan rumahnya sudah melimpah. Saya berpikir kok tumben ya baru hujan sebentar air selokan sudah meluap seperti itu. Saya tenang-tenang saja, soalnya rumah kami selama ini tidak pernah kebanjiran. Habis selesai berbuka pas mau buang tulang-tulang ikan (untuk makan kucing) di tepi selokan pas lihat kok ya air selokannya sudah hampir tumpah ke jalan. Pas habis shalat maghrib saya cek lagi, tulang ikannya sudah lenyap. Air selokan sudah tumpah ke jalan. Baik di depan rumah saya maupun di seberang di depan rumah tetangga. Langsung kasih tahu mama, soalnya selama tinggal di sini tidak pernah sekalipun air selokan meluap. Akhirnya malam itu kami berdua keluar mengecek keadaan di luar. Jarak empat rumah dari rumah kami, rumah tetangga sudah kemasukan air. Di depan rumah mereka ada kali kecil yang lebarnya sekitar 2 meter. Selama ini selebat dan selama aapun hujan, kali kecil tersebut tidak pernah meluap. Tadi malam airnya meluap, otomatis menggenangi rumah di sekitarnya. Tinggi air di sana sudah sebetis. Di daerah seberang rel kereta api yang mana posisinya lebih rendah sudah kebanjiran. Biasanya di sana memang selalu banjir, tapi tapi malam yang terparah. Air tidak pernah setinggi itu sebelumnya. Hujannya lebat tapi lebat yang biasa saja. Sekitar jam delapan malam air sudah naik sampai teras rumah. Pertama kali tu selama tinggal di sana. Tinggal di sini sejak adek saya tk sampai sekarang dia sudah naik kelas dua smp, baru pertama kali kejadian seperti itu. Lihat air sudah sampai teras kami langsung siaga. Alhamdulillah air tidak sampai masuk rumah. Tapi ternyata di dapur air sudah tergenang. Padahal dapur tertutup sama sekali. Pintu keluar hanya di depan saja, tapi posisi dapur memang rendah. Jadi diduga air dari bawah merembes ke atas akibatnya air tergenang di dapur. Hujan terus turun, alhamdulillah rumah tidak kebanjiran. Masih bisa tidur walaupun lumayan larut karena terus waspada kalau-kalau di depan air kembali naik.

Menurut hariansinggalang.co.id, berikut wilayah terdampak banjir di Kota Padang :

1. Koto Tangah
– Dadok Tunggul Hitam dengan ketinggian air sekitar 50 cm (lutut orang dewasa)
– Air Pacah
– Komp Wisma Indah 5 Tabing ketingian air sekitar 80 cm.

2. Padang Utara
– Aspol Alai ketinggian air sekitar 50 cm (lutut orang dewasa)
– Ulak Karang ketinggian air sekitar 50 cm
– Alai Timur ketinggian air sekitar 1 meter
– Lolong ketinggian air sekitar 50 cm
– Sungai Tunggul Hitam debit air tinggi

3. Bungus Teluk Kabung
– Bungus Barat
– Bungus Timur
– Bungus Selatan

4. Nanggalo
– Kampung Lapai ketinggian air sekitar 1 meter
– Jalan Gajah Mada ketinggian air sekitar 1 meter
– Kompleks Kubu Utama Tabing Banda Gadang ketinggian air sekitar 1, 5 meter.

5. Padang Timur
– Kawasan Masjid Raya Ganting ketinggian air sekitar 50 cm (lutut orang dewasa)
– Debit air di Banda Bakali Andalas tinggi

6. Padang Selatan
– Depan Kantor Camat Padang Selatan ketinggian air sekitar 1 meter

7. Padang Barat
– Aspol Rimbo Kaluang ketinggian air sekitar 50 cm (lutut orang dewasa)
– Padang Pasir ketinggian air sekitar 50 cm.

Dari 11 kecamatan di Kota padang, 7 kecamatan terkena banjir. Termasuk tempat tinggal  saya di Padang Timur. Walaupun daerah tempat tinggal saya tidak masuk dalam list di atas. Tidak hanya banjir, longsor pun terjadi di jalan yang menghubungkan Kota Padang dengan Painan

Berita-berita lain mengenai banjir Padang tadi malam bisa dicek pada link-link berikut :

http://news.okezone.com/topic/17101/banjir-padanghttp://sumatera.metrotvnews.com/peristiwa/RkjyvEWb-banjir-lumpuhkan-aktivitas-di-kota-padang
http://posmetropadang.co.id/banjir-besar-kepung-padang/

Pagi ini hujan kembali turun, sepertinya akan banjir lagi, mungkin banjir akan kembali terjadi. Untuk pemerintah Kota Padang agar serius menangani masalah drainase yang menjadi penyebab utama banjir. Sebelumnya tidak pernah Kota Padang dikepung banjir seperti ini

Penulis: mayang koto

Crafter and gardener

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s