mayangkoto

my story, my life

Tentang BPJS Kesehatan

4 Komentar

Banyak sekali kita membaca tentang pasien-pasien yang ditolak rumah sakit. “Pasien BPJS Ditolak Rumah Sakit” , pasti banyak berita seperti ini yang kita dengar maupun baca. Mengapa hal seperti ini bisa terjadi? Sebagai peserta BPJS Kesehatan saya pun bingung, karena saya sendiri beserta adik sudah pernah dirawat dan dioperasi tapi tidak ditolak rumah sakit dan dengan biaya yang gratis*. Mungkin penolakan-penolakan tersebut karena kesalahan prosedur. Berikut beberapa poin yang perlu kita ketahui sebagai peserta BPJS Kesehatan

1. Anda tidak bisa langsung berobat ke rumah sakit

Maka dari itu BPJS menunjuk puskesmas, klinik, atau dokter keluarga sebagai tempat pertama pengobatan. Kalau hanya batuk, flu, pilek, atau demam kita tidak langsung ke rumah sakit kan. Kita berobat ke dokter atau puskesmas terlebih dahulu. Kalau menurut dokter keadaan kita parah, misalnya kita kira demam biasa ternyata demam berdarah baru kita akan dirujuk ke rumah sakit. TANPA SURAT RUJUKAN Anda akan DITOLAK rumah sakit. Saya melihat sendiri orang yang ditolak di rumah sakit karena tidak membawa surat rujukan. Ketika saya didiagnosa usus buntu oleh dokter BPJS saya, maka keesokan paginya saya menuju rumah sakit rujukan seperti yang tertera pada surat rujukan. Setelah mengantri lama, akhirnya tiba giliran saya dan oleh resepsionis diberikan kertas kecil yang isinya nama dokter beserta jadwal praktik dokter. Sewaktu giliran saya itu ada ibu-ibu yang seperti setengah berdebat dengan resepsionis. Ibunya ngotot dirujuk ke rumah sakit. Tapi tidak ada surat rujukan, jadi resepsionis tidak bisa memproses. Jadi sekali lagi penting untuk kita memiliki SURAT RUJUKAN sebelum pergi ke rumah sakit.

2. Anda tidak bisa berobat ke puskesmas/klinik/dokter keluarga selain dari yang tertera pada kartu BPJS

Saya mengalami sendiri ketika terkena usus buntu. Perut saya sakit luar biasa, hanya saja jam-jam sekitar isya tempat praktik dokter BPJS saya sudah tutup. Kata mama saya bisa kok berobat ke klinik lain yang bergabung dengan BPJS juga. Sudah saya bilang tidak bisa tapi mama saya memaksa. Dan ternyata setelah dicoba memang tidak bisa.

3. Pasien gawat darurat dapat langsung dibawa ke rumah sakit

Bagaimana kalau keadaan kita parah, harus segera ditangani. Puskesmas biasanya malam sudah tutup, dokter juga. Inipun saya sudah mengalami. Karena sakit perut saya tidak tertahankan, dokter BPJS saya juga sudah tutup. pergi ke klinik lain ditolak. Maka saya langsung dibawa ke rumah sakit oleh mama. Dan bisa, tidak ditolak🙂 , karena keadaan kita yang darurat. Saya masuk IGD di rumah sakit tentara. Karena kata dokternya waktu itu bukan usus buntu maka sayapun diperbolehkan pulang. Jangan lupa untuk pergi ke rumah sakit yang SUDAH BERGABUNG dengan BPJS Kesehatan. Kalau rumah sakitnya tidak menerima pasien BPJS karena memang tidak bergabung dengan BPJS Kesehatan ya kita sebagai pasien jangan ngotot. Rumah sakit yang bergabung dengan BPJS Kesehatan bisa dilihat dengan adanya banner, spanduk BPJS Kesehatan yang dipasang di depan rumah sakit tersebut.

 

Sedikit bicara tentang prosedur perujukan BPJS Kesehatan. Saya mengambil contoh adik saya yang terlebih dahulu dirawat daripada saya. Adik saya terus menerus mengeluh sakit perut. Akhirnya dibawa oleh mama saya ke dokter. Dokter mendiagnosa sakit usus buntu, maka adik saya dirujuk ke rumah sakit yang terdekat dari tempat tinggal. Yang terdekat dari rumah kami adalah rumah sakit tentara. Prosedurnya kalau rumah sakit rujukan pertama kita itu penuh, maka kita dirujuk ke rumah sakit lain masih di sekitar tempat tinggal kita. Jadi kalau misal rumah sakit tentara penuh, adik saya akan dirujuk ke RS Aisyiah, kalau aisyiah penuh dirujuk ke RS Selaguri, kalau selaguri penuh baru dirujuk ke RS Yos Sudarso. Jadi kalau Anda ditolak dengan alasan rumah sakit penuh jangan berkecil hati, minta kembali surat rujukan untuk ke rumah sakit yang lain. Karena kalau dibilang penuh ya memang penuh. Waktu saya dirawat, semua ruangan kelas 2 dan kelas 3nya penuh. Apalagi RS Yos Sudarso dikenal sebagai rumah sakit yang selalu penuh. Ada lagi kasus masalah kelas pada BPJS Kesehatan. Kita terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan kelas 1. Maka ketika dirawat kita akan dirawat di ruang kelas 1. Ada banyak kasus di mana ruang perawatan kelas 1 penuh. Seperti adik saya, maka kita akan dengan terpaksa dirawat di ruang kelas 2. Nanti kalau ruang perawatan kelas 1 ada yang kosong, kita akan dipindahkan ke ruang perawatan kelas 1. Adik saya sih tidak jadi dipindahkan ke ruang perawatan kelas 1. Kata mama saya tanggung

Kalau semua prosedur diikuti, insya allah Anda tidak akan menemukan halangan ketika ingin mendapatkan perawatan di rumah sakit. Yuk bergabung dengan BPJS Kesehatan, karena kita tidak tau apa yang terjadi ke depan. Sedia payung sebelum hujan. Untuk BPJS Kesehatan kelas 3 biayanya hanya Rp.25.500 per bulan. Biaya pengobatan dan perawatan Anda baik itu di dokter/klinik/puskesmas maupun selama di rumah sakit ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan. Jadi jangan ragu untuk bergabung. Saya bukan karyawan BPJS Kesehatan, hanya seseorang yang sudah mendapatkan manfaat dari BPJS Kesehatan. Ketika saya dirawat semua pasien yang sekamar dengan saya memakai BPJS Kesehatan. Ada pasien kanker, pasien kecelakaan, yang kalau tidak memakai BPJS mungkin akan kena sekian juta hingga mungkin puluhan juta untuk berobat. Uang beberapa juta saja mungkin sulit untuk kita kumpulkan, apalagi puluhan juta. Untuk itu mari bergabung dengan BPJS Kesehatan dan setelah selesai dirawat jangan berhenti membayar premi setiap bulan ya🙂

 


*dengan catatan membayar premi setiap bulan

Penulis: mayang koto

Crafter and gardener

4 thoughts on “Tentang BPJS Kesehatan

  1. Hai Mayang kalau kita sudah punya asuransi kesehatan pribadi apakah kita diwajibkan pemerintah untuk ikut BPJS juga?.

    Suka

    • Kayaknya enggak kak. BPJS Kesehatan ini kan sejenis asuransi juga. Kalau kita sudah ikut asuransi sendiri ya gak perlu ikut BPJS Kesehatan lagi. Hanya saja premi BPJS Kesehatan ini lebih murah, jadi lebih terjangkau hehehe

      Suka

  2. saya apresiasi penjelasannya…banyak sekali yang belum punya BPJS soalnya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s