mayangkoto

my story, my life

Sewing Time

2 Komentar

Kemarin hari libur, jadi saya mengisi hari libur saya dengan menjahit🙂 . Lumayan produktif kemarin, saya berhasil menyelesaikan dua jahitan hehehe. Berikut adalah karya yang berhasil saya buat kemarin🙂

Ruffled and Ready Bag

Ruffled and Ready Bag memang nama dari polanya ya, bukan saya yang kasih nama hehehe. Jadi sudah lama ingin buat tas tangan untuk pergi ke pesta. Mama saya mau tas tangan yang agak besar, jadi tidak seperti clutch yang tipis. Mama maunya tas tangan berdimensi yang bisa bawa barang hehehe. Dulu udah pernah coba buat, mengikuti  tutorial dari sini :

Dilihat di video tutorialnya keren sekali jadinya ya. Saya pun tergugah untuk membuat sendiri, ini hasilnya😕

Ruffled bag yang gagal :D

Ruffled bag yang gagal😀

Di videonya tidak ada pola yang diberikan. Terus videonya pakai bahasa spanyol lagi:mrgreen: . Kalo pakai bahasa inggris saya kan masih bisa nangkep😀 . Mungkin dia ada jelasin ukuran kainnya pakai bahasa spanyol kan, kan saya jadinya gak bisa tau hehehe. Saya sudah komen minta polanya. Sampai sekarang komen saya belum dibalas🙄 . Saya jadinya pakai jurus kira-kira yang berujung pada kegagalan hehehe.

Nah itu kan saya bikinnya sudah lama. Habis itu saya cari-cari tutorial untuk half-round purse frame yang saya punya. Sayang kan framenya kalau cuma dianggurin hehehe. Saya pun menemukan tutorial membuat hand bag menggunakan half-round purse frame di pinterest. Ada beberapa, tapi akhirnya saya menjatuhkan pilihan untuk membuat Ruffled and Ready Bag. Kalau mau lihat tutorial yang lain, silahkan kunjungi akun pinterest saya ya:mrgreen:

Kalau ada yang ingin membuat juga tutorial bisa dilihat di sini ya. Saya orangnya rada males foto-foto step by step hehehe. Jadi untuk pola dan tutorial lengkapnya, silahkan kunjungi blog tadi😀

Pola sudah diunduh, tutorialnya juga sudah saya print. Saatnya eksekusi, yuk mari😀 . Polanya terdiri dari dua bagian. Maksudnya 1 pola dibagi dua supaya bisa diprint pakai kertas A4. Jadi kerja pertama saya adalah menyambung polanya. Polanya juga cuma setengah ya, maksudnya kalau mau jiplak ke kain, kainnya harus dilipat dua. Kalau penjelasan saya kurang bisa dimengerti, silahkan liat linknya ya hehe.

Yang saya siapkan adalah 2 lembar kain luar (outer), 2 lembar kain dalaman (lining), dan 2 lembar pelapis (saya menggunakan pelapis berperekat). Kain pelapis nantinya akan ditempelkan pada kain luar. Agar nantinya tas bisa berdiri kokoh. Kain pelapis ditempelkan pada kain outer dengan cara disetrika. Pelapis berperekat ada banyak jenisnya. Saya kurang tau apa jenis pelapis yang saya gunakan. Biasanya orang menyebutnya dengan nama staplek. Ada yang tipis, sedang, tebal, jadi gunakan pelapis sesuai kebutuhan🙂 .

Oya, kain yang saya gunakan adalah kain perca. Beberapa waktu yang lalu, saya membeli kain perca sekilo. 1 kg dijual Rp.45.000,- . Murah sekali ya, hehehe. Tapi ketika barangnya sampai, saya jadi tau kenapa harganya murah sekali. Ternyata betul-betul kain perca. Kainnya itu kain sisa membuat baju (ada bekas jahitan). Saya agak tercengang, karena bener-bener gak nyangka dapat kain itu. Ada satu kain yang menarik perhatian saya, agak tebal dan sedikit mengilat. Saya berpikir kain yang ini cocoklah untuk eksperimen membuat ruffled bag. Warnanya krem, ketika mama saya lihat beliau bilang “Masa’ warnanya kayak gini”:mrgreen: . Kurang bersyukur nih mama saya, udah dibikinin juga😀 . Lagian ini masih eksperimen kan😀

12321341_1007514255998263_3712026008166104350_n

Pelapis itu benar-benar menguras tenaga waktu dijahit. Saya menggunakan jarum ukuran 14 ketika menjahit bahan yang tipis, dan menggunakan jarum ukuran 18 ketika menjahit bahan berpelapis. Selain itu jangan lupa menggunakan tombol penambah tekanan sepatu, bermanfaat sekali lo🙂 . Nah foto di atas itu tasnya sudah selesai dijahit, tinggal dibalik. Membalik tasnya juga lumayan butuh perjuangan karena tebal.

12670638_1007518955997793_6966504476266325943_n

Ini penampakan tasnya ketika sudah selesai dibalik, kelihatan berkerut-kerut ya, efek dibalik tadi. Selanjutnya adalah jahit tindas sekeliling pinggiran bagian atas. Habis itu tinggal masukin framenya deh, jadi deh😀

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Wuwuwuwu, keren ya (memuji diri sendiri😛 ) . Not bad lah ya😀 , walaupun jahitan saya masih kurang rapi. Masih suka mencong-mencong hehehe. Musti latihan, latihan, latihan terus😀

Tissue Cover

Proyek kedua yang saya buat adalah tissue cover. Di kalangan sewing crafter di facebook, tempat tissue ini lagi happening banget. Saya gak mau ketinggalan unjuk gigi dong ya:mrgreen: . Jadi deh saya bikin dengan memanfaatkan kain perca kiloan yang saya beli itu. Kebetulan ada yang bermotif floral, soalnya kebanyakan kainnya polos tak bermotif kain percanya😎 . Dan untungnya juga di kain kiloan itu ada kain polos yang warnanya cocok kalo dikombinasikan sama si kain floral berwarna hitam, dan ini dia hasil jadinya

1934381_1007605052655850_4846178685978175004_n

Malu deh, keliatan jahitannya gak rapi😳 . Tutorial bisa dilihat di sini ya. Menggunakan dua lembar kain berbeda motif/warna berukuran 32x32cm. Serta untuk tambahannya kita menggunakan kancing. Kebetulan banget saya punya kancing dari batok kelapa. Jadi bisa langsung diaplikasikan ke tissue covernya.

Penulis: mayang koto

Crafter and gardener

2 thoughts on “Sewing Time

  1. Mayang tasnya keren ko tuh😀 jahitannya juga rapih tuh saya lihat yg bagian atas bergaris kerut itu bagus loh jahitannya😀 .
    Tissue cover tuh utk kotak tissue ya?, aku lebih suka yg tas nya hehe🙂 .

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s