mayangkoto

my story, my life


2 Komentar

Work In Progress : Heaven and Earth Designs – The Watermill

Nah di sini saya udah cerita kalau saya pengen banget melanjutkan pengerjaan salah satu proyek kristik saya yang terbengkalai yaitu haed. Udah lama banget proyek ini tak tersenth, akhirnya dua hari yang lalu saya memulai kembali pengerjaannya. Untuk hari kamis saya cuma ngeblok satu warna aja, pake sistem biasa yaitu mengkristik perwarna. Kemaren saya coba menerapkan cara baru dalam metode mengkristik saya yaitu The Parking Method. Sederhananya seperti yang diinstruksikan pada pola, kerjakanlah pola ini dalam 10×10 kotak, baru beralih ke kotak berikutnya. Nah dalam 10×10 itu selesaikan baris demi barisnya secara penuh. Kalau dalam 1 baris ada banyak warna, maka semua warna harus dikerjakan agar kita bisa pindah ke baris berikutnya. Kalau pusing baca penjelasan saya, liat video tutorialnya aja deh, lebih gampang dicerna πŸ˜€

Dengan cara itu ternyata mengkirstik bisa dikerjakan dengan lebih teratur dan hampir-hampir bisa meminimalisir kesalahan hitung. Dengan menyelesaikan kristik per 10 kotak, maka progres proyek kristik kita lebih teratur, terencana, dan pastinya lebih cepat selesai. Metode ini sangat cocok digunakan untuk proyek haed yang menggunakan banyak warna. Kunci yang lain adalah penggunaan satu jarum untuk setiap warna benang. Dengan begitu maka cara kerja kita menjadi sangat efisien dan efektif karena tidak perlu gonta ganti benang.

12321584_989150901167932_4797487139213765806_n

Yang biru tinggi menjulang itulah hasil karya saya semalam. Pengennya bisa sampe selesai satu kolom ke atas tadi malam. Sayang mata keburu pedih, tandanya minta istirahat. Saya musti ngalah ama mata masih sayang mata πŸ˜€ . Jadi pengen banget ngerjain lagi hari ini sepulang ngantor πŸ˜€

10577120_989150917834597_3248109151529732634_n

Yang keliatan coklat-coklat di bawah, itu bagian dari pucuk pohonnya πŸ˜€ . Gak rapi sama sekali πŸ˜₯ . Coba dari awal saya make teknik parking method, pasti gak gini kejadiannya 😦 . Semoga parking methodnya bisa saya terapkan untuk bagian bawah yang berantakan itu 😦

12795367_989150934501262_6155466972825888627_n

Yang tidak kalah penting adalah, selesai mengkristik satu baris, jangan lupa kasih tanda di polanya. Kalo gak gitu dijamin bakal puyeng deh. Dengan memberi warna pada pola yang sudah selesai dikristik akan sangat meringankan pekerjaan kita. Jadi gak ribet lagi ngitung/nyari baris selanjutnya untuk dikristik πŸ˜€

Sekian dulu cerita saya hari ini, semoga dalam waktu dekat saya bisa menyelesaikan 1 halaman dari 40 sekian halaman pola kristik ini πŸ˜€

Iklan


Tinggalkan komentar

Buku Rais Yatim, silaturahim Negeri Sembilan dan Minangkabau

Dr. Suryadi | LIAS - SAS IndonesiΓ«, Universiteit Leiden, Belanda

Ulasan buku :Β Buku Rais Yatim, silaturahim Negeri Sembilan dan Minangkabau

Buku Rais Yatim, silaturahim Negeri Simbilan dan MinangkabauRais Yatim, Adat: The Legacy of Minangkabau. Kuala Lumpur: Yayasan Warisan Negara, 2015, x + 493 hlm; ISBN: 987-967-13382-0-9 (hardcover); illustrations, notes, glossary, appendixes, bibliographicalreferences dan index.

Malaysia ialah negara moden multi etnik di Asia yang berhasil meraih kejayaan ekonomi. Prestasi hebat ini hanya boleh dicapai kerana perancangan pembangunannya yang berencana dan penataan hubungan antara etnik yang berterusan.

Lihat pos aslinya 1.030 kata lagi


1 Komentar

Kristik Untuk Indonesia

Gak terasa sudah nyampe februari aja. Seinget saya, bulan kemaren cuma ngepos satu artikel aja. Pemalas banget ya bikin postingan. Moga ke depannya semakin rajin ngepos deh πŸ˜€

Nah kali ini saya bakalan cerita tentang Komunitas Kristik Nusantara (KKN) yang sedang melaksanakan suatu proyek kristik yang berjudul Kristik Untuk Indonesia (KUI) . Sedikit penjelasan dari proyek ini yang diambil dari deskripsi grupnya :

Group ini adalah anak group KUI dgn project kain Nusantara dari 34 propinsi di Indonesia. Dengan Dana swadaya untuk mencapai cita2 stitcher Indonesia memiliki karya bersama berupa motif kain Nusantara yg akan disambung utk dibentangangkan di Jakarta 17agt 2017

Program ini sebetulnya sudah tercetus sejak lama, terinspirasi dari kristikers Tiongkok yang bikin karya kristik terpanjang di Tiongkok kalau tidak salah, yang mana menampilkan kebudayaan Tiongkok (kalau tidak salah juga). Soalnya waktu itu cuma lihat fotonya sekilas, dan dari hp pula. Dari tahun 2015 apa 2014 ya, sudah ada upaya menyatukan kristikers di Indonesia untuk mengerjakan proyek kristik Indonesia ini. Sudah dibikin grupnya, tapi ternyata ada sedikit masalah yang menyebabkan batalnya proyek tersebut. Nah tahun kemaren, komunitas kristikers dari Bandung (bandrek) berhasil membuat kristik terpanjang se-Indonesia

131215Karya_Kristik

Masing-masing anggota membuat satu proyek berukuran 30×30 cm dengan tema bebas. Kemudian proyek-proyek tersebut disambung sehingga jadilah kristik terpanjang ini. Nah sedikit banyaknya, keberhasilan kristikers Bandung ini menginspirasi kristikers yang lain untuk membuat proyek serupa. Maka terbentuklah KUI. Bedanya proyek KUI ini memiliki tema sendiri. Temanya adalah kain nusantara. KUI membagi 3 korwil.

— Tim korwil 1
Propinsi: Aceh. Sumbar. Sumut. Riau. Jambi. Bengkulu. Babel. Lampung. Kepri. Sumsel. Papua Dan Papua Barat.

— Tim korwil 2
Propinsi: Jakarta. Banten. Jabar. Jateng. Yogya. Jatim. Kalbar. Kalteng. Kalsel. Kaltim. Kaltara

— Tim korwil 3
Propinsi: Sulsel . Sulbar. Sulteng. Sulut. Sultra. Gorontalo. Bali. Ntt. Ntb. Maluku dan maluku utara

Nah karena saya bertempat tinggal, di propinsi Sumbar, maka saya tergabung di korwil 1.

Kain nusantara sendiri adalah kain khas dari masing-masing propinsi dari 34 propinsi yang ada di Indonesia. Dapat berupa kain tenun, batik, dll. Yang mana motif kain tersebut akan dijadikan pola kristik yang akan dikerjakan oleh peserta nantinya . Nah pola mana yang akan didapat oleh peserta akan dilakukan dengan cara diundi. Sampai saat ini proses undian masih berlangsung sih. Dan saya jeng jeng jeng jeng, sudah dapet pola yang akan saya kerjakan

Ini dia

12670246_10205410669048193_6704698455003757598_n

Batik kaganga dari Bengkulu. Saya pikir tiap anggota mendapat pola yang berasal dari propinsinya sendiri. Tapi sepertinya di acak/sesuai korwil. Ternyata saya gak dapet pola dari propinsi saya sendiri, #sedih 😦 . Agak kecewa sih, tapi gak papa πŸ™‚ . Dapet pola cantik nih, merah. Kata pertama yang terlintas dalam pikiran saya pas tau dapet pola ini adalah ngeblok. Yep ngebayangin ngeblok warna merahnya itu bikin saya surut sedikit. Sedikit aja loh. Soalnya belum liat pola langsungnya kayak gimana. Kalau udah di tangan baru deh saya bisa cerita banyak tentang pola ini. Apakah rumit, apakah pakai benang metalik, dll πŸ˜€ .

Barusan saya dikasih tau informasi tentang batik kaganga ini. Saya mengutip pernyataan dari kak Irina Siregar

Batik Kaganga adalah batik dengan motif corak khas dari tanah Rejang (Kabupaten Rejang Lebong), muncul pada tahun 1985-1990-an. Motif batik Kaganga terinspirasi dari motif bentuk-bentuk huruf Kaganga yang di kenal sebagai aksara Rejang. Biasanya huruf Kaganga dikombinasikan dengan bunga raflesia yang habitat aslinya berada di Tanah Rejang. Batik ini memiliki motif Huruf Kaganga, Bokoa/Bokor (Tempat Sirih) dan Daun Kopi.

Ternyata, yang kuning-kuning itu adalah tempat sirih, daunnya sendiri ternyata adalah daun kopi. Yang ditengah pola, ada garis melengkung itulah huruf kaganganya. Keren ya :D, cerah banget warnanya. Merah gituloh πŸ˜€

Saya semangat banget loh πŸ˜€ . Gak mau ketinggalan ikutan even ini. Walaupun saya kayaknya gak bakal ikut even tanggal 17 agustus 2017nya di Jakarta. Setidaknya (insya allah) kristik hasil sulaman saya, akan ikutan terpampang di sana πŸ™‚ . Nah segitu aja dulu deh ceritanya. Nanti kalau kit sudah di tangan, saya akan cerita lagi beserta dengan progresnya πŸ™‚