mayangkoto

my story, my life

Pengalaman Menjadi Anggota KPPS Pilkada Serentak 2015

Tinggalkan komentar

Tanggal 9 Desember kemaren menjadi hari yang bersejarah di negara kita. Untuk pertama kalinya pilkada secara serentak digelar di seluruh Indonesia. Di kota Padang sendiri, warga kotanya hanya memilih gubernur Sumatera Barat saja. Di daerah lain di Sumatera Barat, selain memilih gubernur juga ada yang sekalian memilih bupati/walikota. Untuk saya sendiri ini adalah kali pertama saya menjadi anggota KPPS. Pengalaman pertama saya bertugas di TPS adalah ketika pilpres 2009, saat itu saya menjadi saksi pasangan Mega-Prabowo😀 . Sekarang saya ditunjuk menjadi anggota KPPS, tentunya tugasnya sangat berbeda dibandingkan saat saya menjadi saksi dulu🙂 . KPPS adalah Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara. Ada tujuh orang anggota KPPS dalam satu TPS. Dimana salah satu anggotanya ditunjuk menjadi ketua. Selain anggota KPPS dalam sebuah TPS juga terdapat dua orang LINMAS. Awalnya saya tidak ada niat untuk jadi anggota KPPS, karena kantor saya tidak pernah libur saat pemilu. Adik saya sebenarnya yang ingin menjadi anggota KPPS, tapi karena dia tidak cukup umur, akhirnya saya menggantikan dia. Setelah saya terpilih menjadi anggota, saya harus ikut wawancara di kantor kelurahan. Setelahnya kami harus menghadiri pelantikan. Beberapa waktu kemudian kami harus mengikuti bimbingan teknis pelaksaan pilkada. Nah itu adalah jadwal dari KPU yang wajib kita ikuti. Selain itu kita masih harus menghadiri rapat-rapat yang dilaksanakan oleh ketua KPPS.

Tugas paling berat sebagai anggota KPPS menurut saya adalah saat mengantar formulir C6/undangan untuk memilih. Karena jika data tidak akurat maka kami anggota yang mengirim undangan akan kesulitan menemukan alamat rumah/menemukan orang yang ada dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) . Di TPS kami ada 481 orang yang terdaftar dalam DPT. Tapi kalau tidak salah hanya 280-an C6 yang kami berhasil antarkan. Karena rata-rata banyak yang sudah pindah, ada yang sudah meninggal, ada yang ganda, ada yang belum cukup umur. Ada yang alamatnya berhasil ditemukan, tapi tidak pernah ada orang yang namanya kami cari pernah tinggal di rumah tersebut. Data banyak yang tidak akurat, padahal sebelum pikada sudah dilakukan pendataan ulang, tapi tetap saja banyak data tidak akurat. Mama saya, satu-satunya orang di rumah yang tidak mendapatkan undangan. Padahal pada pemilu-pemilu sebelumnya, mama saya tidak pernah absen menerima undangan, mengherankan sekali😕

Kita tinggalkan DPT dan segala keruwetannya. Tiba pada hari H, ketua TPS kami memberi instruksi bahwa kami sudah harus tiba di TPS pada pukul 05.30 , pagi sekali ya😮 . Karena TPS wajib dibuka tepat pada pukul 07.00 . Tidak boleh terlambat hehehe. Akhirnya pada pukul 07.00 TPS kami dibuka, kami mengucapkan sumpah jabatan terlebih dahulu sebelum menjalankan tugas. Saya bertugas sebagai anggota KPPS 3, dimana saya bersama anggota KPPS 2 bertindak mendampingi ketua. Tugas saya yang utama adalah mengisi no TPS, kelurahan, kecaman, kota, dan nama ketua KPPS pada surat suara. Surat suaranya kalau dilihat-lihat tidak terbuat dari kertas berkualitas bagus seperti pada saat pilpres yang lalu. Mungkin untuk menekan anggaran ya😀 .

Pembukaan TPSGambar di atas saya ambil beberapa saat setelah TPS dibuka. Hanya ada dua orang warga yang mengantri untuk mencoblos. Bapak berbaju batik coklat adalah anggota TPS, sedangkan bapak berbaju putih adalah panwas TPS kami. Saya sudah memperkirakan bahwa warga tidak terlalu antusias mengikuti pilkada ini. Ini saya perkiraan, setelah pengalaman saya sendiri mengikuti pilwako Padang dan pileg 2014. Sepertinya warga lebih antusias mengikuti pilpres dibandingkan dengan pilkada. Dari 500 lembar surat suara yang TPS kami terima, hanya 137 surat yang terpakai. Yang berarti hanya 137 warga yang menggunakan hak pilihnya di TPS kami. 137 terdiri dari 121 pemilih dari DPT dan 16 pemilih yang menggunakan KTP/KK. Pemilih yang mengunakan KTP/KK segyogyanya baru bisa memilih pada pukul 12.00 . Namun karena tingkat partisipasi yang rendah di hampir seluruh wilayah di Kota Padang, maka Pemilih pengguna KTP dipercepat menjadi jam 10.30, namun ternyata hal tersebut belum mampu mendobrak kedatangan pemilih ke TPS kami. Jumlah pemilih sebanyak 137 orang jika dibandingkan dengan jumlah pemilih di DPT, maka berarti hanya 28% tingkat kehadiran pemilih di TPS kami. Tapi jika dibandingkan dengan jumlah C6 yang berhasil kami sebar, maka tinggat partisipasi pemilih mencapai hampir 50%

Tahapan Pencoblosan

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Pada pukul 13.00, TPS resmi ditutup. Setelah diadakan penghitungan surat suara, diketahui dari 137 surat suara yang terdapat dalam kotak surat suara, terdapat surat suara tidak sah sebanyak 2 lembar. Sehingga hanya ada 135 surat suara yang dinyatakan sah. Pasangan nomor urut 1, Muslim Kasim dan Fauzi Bahar mendapatkan 49 suara. Sedangkan pasangan nomor urut 2, Irwan Prayitno dan Nasrul Abit mendapatkan 86 suara. Untuk itu Pasangan nomor urut 2 dinyatakan sebagai pemenang pada TPS XI Kelurahan Sawahan, Kota Padang.

12342601_947022052047484_4586206301121674992_n

Penulis: mayang koto

Crafter and gardener

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s