mayangkoto

my story, my life

Pulang Kampung

2 Komentar

Hola🙂
Sebelumnya saya mau mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir batin🙂

Sedikit cerita, tradisi lebaran kami beberapa tahun ke belakang ini adalah merayakan lebaran hari pertama di Padang. Dulu, waktu saya kecil saya itu yang paling heboh ingin berlebaran di kampung. Dan kenyataannya memang demikian. Selalu beberapa hari sebelum dan setelah lebaran pasti ada di kampung untuk berlebaran🙂 . Biasanya saya (beserta adik) duluan yang diantar ke kampung. Nanti mama saya kembali lagi ke Padang karena ayah saya masih di Padang. H-1 baru orang tua saya datang ke kampung untuk berlebaran🙂 . Selalu shalat iednya di masjid taratak kalau berlebaran di kampung. Dulu kadang-kadang setelah shalat ied saya berdua dengan nenek ziarah ke makam leluhur di dekat masjid. Ada makam ibu sama tante-tantenya (adik ibunya) nenek. Kata amak (panggilan kami buat nenek) ke saya waktu ziarah, beliau bilang kalau meninggal nanti maunya dikubur di sebelah makam ibunya (nenek buyut saya). Baiklah itu jadi wasiat yang sebisa mungkin harus dilaksanakan bila tiba waktunya nanti🙂 . Sepertinya wasiat amak itu baru disampaikan hanya pada saya. Kepada anak-anaknya termasuk mama saya bahkan belum ada. Mohon dimaklumi, soalnya saya ini cucu pertama (secara teknis saya sebenarnya bukan cucu pertama, tapi secara garis keturunan dari anak perempuan saya ini cucu pertama😀 ). Tapi sampai sekarang saya belum pernah ziarah ke makam abak (ayahnya mama). Karena abak itu bukan orang taratak, jadi dikuburnya di daerah asalnya di lohong. Yang dikubur di taratak itu ya orang taratak saja. Urang sumando (istilah buat suami/menantu laki-laki) seperti kakek saya ya kalau meninggal dimakamkan di kampungnya. Sebetulnya lokasi perkuburannya tidak jauh dari taratak, tapi tidak pernah ada yang sempet mengantarkan saya ke sana. Kata mama yang tahu lokasi makam abak  itu cuma om (adiknya mama) saya saja. Semoga satu hari nanti tersampaikan keinginan untuk ziarah ke makamnya abak🙂 .
Pulang shalat atau dari kuburan saya berdua dengan amak keliling-keliling taratak. Banyak dapat salam tempel deh saya😀 . Sesuatu yang tidak mungkin dilakukan nenek saya dengan cucu-cucunya yang lain saat ini. Betapa beruntungnya saya🙂

Nah itu tadi sekelumit cerita lebaran saya sewaktu kecil. Setelah dewasa, minat pulang kampung tetap besar (saya selalu rindu kampung). Tapi banyak kendala dan lebih repot karena anggota keluarga saya bertambah. Jadi ya berlebaran di kampung cukup sebentar saja🙂

Jadi seperti biasanya, lebaran hari kedua itu saatnya pulang ke kampung. Selama lebaran, jadwal kereta api keberangkatan pagi dari padang itu jam 07.00 wib sama jam 09.00 wib. Nah karena rasanya yang jam 07.00 tidak terkejar, jadi kami berencana untuk berangkat dengan kereta keberangkatan jam 09.00 . Jam delapan kurang mama sudah berangkat duluan ke stasiun buat beli tiket. Tapi ternyata tiket sudah habis😮 .

Orang-orang lagi pada protes

Orang-orang sedang protes karena tiket sudah habis

Saya terlambat mengambil foto, orang-orang sudah pada bubar. Awalnya ramai sekali, penuh dengan orang-orang yang protes. Mama paling keras protesnya, bikin malu saja😐 . Kalau kehabisan tiket ya kita juga salah kenapa tidak datang pagi-pagi. Tapi pihak kereta juga salah, tiket tidak bisa dibeli beberapa hari menjelang keberangkatan. Di Jawa bisa tapi di sini kenapa tidak bisa ya? Jadilah kami gagal berangkat jam 09.00, harus ikut jadwal selanjutnya keberangkatan jam 14.00. Itupun mama harus menunggu sampai loket dibuka jam 11.00 .

Begitu sampai di pariaman sorenya, kami harus menunggu lumayan lama untuk dijemput oleh etek (adeknya mama) dan suaminya. Dari stasiun langsung menuju rumah om (adiknya mama). Selalu momen ini paling ditunggu adik-adik saya. Karena di depan rumah om ada sungai. Pasti tahu sendirilah anak-anak kalau lihat air itu seperti apa😀

Enak sekali ya main airnya

Enak sekali ya main airnya

Adik saya yang satu ini lepas lebaran jadi siswi SMP, tapi masih merengek juga ingin berenang, sudah dilarang mamanya padahal. Adik saya yang satu lagi dilarang habis-habisan buat berenang. Dia habis disunat , jadi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dia tidak boleh berenang dulu😀

Selalu damai kalau memandang sawah. Sayang sawahnya tante (istrinya om) belum kering. Sepupu dan adek saya berlepotan lumpur sewaktu main di sawah. Ini adik saya sepertinya balas dendam karena tidak diperbolehkan mamanya berenang😀

Seperti biasa di tempat tante pasti makan dulu, lumayan lama di sini sampai maghrib. Selepas dari sini kami langsung pulang. Tepar saya, rencana awal hanya mau merebahkan diri saja di kasur. Eh ternyata kebablasan😀 . Terbangun kira-kira jam setengah tiga pagi. Sayup-sayup terdengar suara ombak menghempas pantai. Kampung kami taratak itu tidak terlalu jauh dari pantai. Walau tidak bisa dibilang dekat juga sebetulnya. Kalau saya pikir-pikir rumah di kampung sama rumah di padang jarak ke pantainya kurang lebih sama. Tapi di padang saya tidak pernah mendengar suara ombak menghempas pantai di malam atau pagi hari. Alias pariaman itu kota kecil nan tenang dan sepi, saya suka sekali🙂 . Sebetulnya malam itu  mau berkunjung ke pasar malam. Tapi berhubung hujan, kami tidak jadi pergi ke pasar malam😦

Diambil pagi hari dari jendela kamar

Diambil pagi hari dari jendela kamar

Damai, tenang, tenteram sekali menikmati pagi di kampung🙂 . Sebelum sarapan, berdua dengan adik saya yang laki-laki, kita bersepeda dulu keliling kampung😀 . Lumayan jauh😀 , saya napak tilas trek bersepeda di kampung 2 tahun yang lalu.

Foto-foto di atas di ambil di daerah selepas (atau masih) Ujuang Batuang. Persawahannya luas, sejauh mata memandang keliatan hamparan sawah saja. Di sini kita bisa melihat gunung tandikek bersatu sama gunung singgalang. Lalu kita juga bisa melihat  gunung yang pepat di kejauhan itulah gunung marapi, gunung tempat asal mula orang minang turun. Ketiga gunung tersebut diberi julukan Tri Arga🙂

Selesai bersepeda, kaki saya jadi lunglay. Efek belum sarapan dan kurang olahraga juga sepertinya hahaha😛 . Setelahnya kami sarapan dengan menu ketupat gulai nangka, didapat mama dari tetangga. Ternyata etek juga membeli ketupat.  Makan ketupat lagi saya, kali ini ketupat pecal, pakai sala (camilah khas pariaman). Saya kekenyangan sekali😮 . Setelahnya kami pergi ke pantai. Kebetulan mak adang (kakak laki-laki mama yang paling tua) kami membuka warung di tepi pantai. Jadi bisa makan gratis😛 .

Si bulet ngegemesin :D

Si kecil nan menggemaskan😀

Cucunya mak adang. Namanya fauzan, umurnya sekitar 6 bulan. Tenang sekali anaknya, ramah, mudah tertawa😀 . Digendong oleh tante mayang dia tidak menangis😀 . Saya senang-senang saja mengurus dia, tapi dia berat. Jadi saya harus duduk waktu menggendong dia😀
Di pantai adik-adik dan sepupu saya semuanya main di pantai. Saya duduk-duduk saja, sudah terlalu besar untuk main di pantai😛 . Paling kerja saya hanya makan, makan, dan makan😛 . Hanya beberapa hari saja dalam setahun kan kita bisa makan enak berkali-kali seharian seperti ini😛 . Kami di sini sampai  menjelang magrib

Rencananya sore hari itu kembali ke padang. Tapi tidak jadi karena yang mengantri tiket banyak sekali. Jadi jadwal keberangkatan kami undur ke jadwal pagi jam 06.45 . Saya terbangun kembali jam setengah tiga pagi, dan kembali mendengarkan suara ombak menghempas di pantai🙂 menyenangkan sekali🙂 . Subuh-subuh kami berbenah untuk kembali ke Padang. Saya dan mama tidak sarapan. Mama ingin makan lontong sewaktu di stasiun, saya juga😀 . Suaminya tante pas hampir jam setengah enam sudah pergi ke stasiun untuk membelii tiket. Alhamdulillah masih bisa mendapatkan tiket🙂 . Di perjalanan ke stasiun kami beli katupek lamak (ketupat bersantan) dan sala lambuak untuk dimakan sewaktu sampai di Padang, karena waktu tidak memungkinkan kami makan sebelum kereta berangkat

Akhirnya setelah tiga hari di kampung, jatah liburan saya sudah habis. Besoknya saya mesti memulai kembali rutinitas harian sebagai seorang karyawati🙂

Penulis: mayang koto

Crafter and gardener

2 thoughts on “Pulang Kampung

  1. Selamat Idul Fitri ya Mayang. Seneng banget pastinya bisa pulang kampung, ketemu keluarga besar. Semangat terisi kembali buat kembali kerja ya😉 .

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s