mayangkoto

my story, my life

Something about “Pegasus”

Tinggalkan komentar

Well aku masih penasaran ama sekuel pegasus yang kubaca yang padahal di Amerikanya sendiri sekuelnya juga belum terbit. Karena ni buku endingnya sangat gantung, jadilah aku penasaran banget ama kelanjutannya. Gak sengaja kemaren itu nemu web yg berisi pemberitahuan bahwa sekuel pegasus yang berjudul EBON tidak akan terbit di tahun 2012. Buset ternyata sekuelnya udah ada rencana buat diterbitin tahun 2012, di tahun yang sama PEGASUS diterjemahkan dan diterbitkan di Indonesia. Dan, sekarang udah 2014 dan tu buku keknya belom selesai. Waktu kubaca alasan pengarangnya menunda, dia merasa takut dll dan pada akhirnya dia mutusin untuk mulai dari awal lagi, syerem ya😯

Dan aku juga baru tau kalo rencananya untuk cerita ini akan dijadikan Trilogi. Buku pertama berjudul “Pegasus”, buku kedua berjudul “Ebon”, dan buku ketiga rencananya berjudul “The Golden Country” . Ngeliat judul buku ketiganya keknya ceritanya bakalan happy ending hohohoho #sotoymodeon, padahal buku keduanya juga belom rilis😛 . Bakalan nunggu berapa tahun lagi ni supaya trilogi ini rampung. Rentang buku satu dan dua aja 4 tahun (kalo lancar terbit tahun ini), untuk buku dua dan tiga??? Masih lama banget ni biar bisa tau endingnya😦

Dan kemaren gak sengaja lagi main ke amazon.com yang ngereview buku ini. Disana banyak yang ninggalin kesannya setelah baca buku ini. Dan ini beberapa kutipannya :

A note to the publisher-*PLEASE* drag a few pages of the second book out of Ms McKinley, and add them to future printings, or you are going to lose buyers of both this and the second book. This one appears to the unwary reader to be a standalone, and it is *extremely* disappointing, taking away much of the joy the reader felt in following the tale of the princess and her bondbrother pegasus. It is a good book, but greatly flawed by this omission, and the incredible lag till the publication of the second one. In my opinion, she rushed this onto the shelves long before she should have…1012 is too distant a date for the next book from this one.

Betul juga kata pembaca yang satu ini. Kalo baca buku ini ampe habis kita pasti ngerasa ni buku ada sekuelnya. Tapi ternyata gak ada gambaran tentang sekuelnya, seolah-olah buku ini habis gitu aja. Karena gak ada tanda book 1 dll. Padahal ini buku yang bagus, kalo anda suka genre fantasi dan suka berimajinasi🙂


 

I really did love this book, and I felt like despite the lack of sword-waving and adventure, it was still suspenseful and fascinating. I look forward to seeing what comes next.

Sama banget ama yang kurasain, suka banget ama buku ini, dan memang belom terlalu greget karena perang yang kayaknya bakalan terjadi di buku dua pasti akan bikin cerita ini makin seru


 

I can see how “Pegasus”‘s reviews can be all over the place. Fans of McKinley’s writing and those who enjoy leisurely, slow paced quality of it, will love the novel, and rightfully so. Those who prefer books with more action and despise being left with no resolutions, will hate it. I am somewhere in the middle. At this point I am moderately interested to know how it all works out, but will I still be in 2014, when the sequel comes out?

Kekhawatiran karena menunggu terlalu lama, yap itu juga yang kurasain. Jeda 4 tahun terlalu lama, apalagi ada tambahan nunggu buku ke-3nya😦


 

The trouble with Pegasus, compared to other McKinley books is that it is not a one-shot volume. This is shocking, because she never writes sequels. Every McKinley book ever has been a one-volume novel, even when related to other novels. That this has changed so suddenly has left many fans bewildered.

Does this make Pegasus less brilliant? No.

Well ini karangan McKinley pertama yang kubaca, jadi aku gak tau tipe buku yang dia tulis kek gimana. Seenggaknya dari penjabaran salah seorang fansnya ini aku jadi tau kalo McKinley gak pernah ngarang buku yang bersambung. Cerita selalu tuntas dalam satu buku dan ini membuat penggemarnya bingung. Masa’ cerita ini cuma selesai gitu aja -_-


 

This isn’t book one in a series, or a whole book on its own. Pegasus is half a book. It ends, just as the conflict begins. I’m sure there is a second part coming. Robin McKinley is too much of an expert to just end the book there, but as a reader, I feel abandoned mid-story.

Yap begitu aku baca endingnya aku yakin pasti ada sekuel, karena beberapa part yang diceritakan di buku ini butuh penyelesaian. Gak mungkin pengarangnya nyelesain ini gitu aja. Seperti aku yang setelah tau buku ini endingnya gantung gitu aja jadi nanya sendiri kayak trus yang ini gimana?, yang itu gimana?😛 . Sayang banget di buku pertamanya McKinley gak ngasih clue kalo bakalan ada sekuel. Ini seperti yang dibahas reader lain, akan menyebabkan kebingungan. Belum tentu mereka tau kalo akan ada sekuel untuk cerita ini


Akhir kata maaf ya untuk satu buku aja aku ampe bikin 2 artikel. Terlalu excited soalnya😛

 

Penulis: mayang koto

Crafter and gardener

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s