mayangkoto

my story, my life

[ Will Simms berbagi kisah tentang syair I Got A Boy PART #2 ]

Tinggalkan komentar

SB: Let’s talk about SNSD’s “I Got A Boy” now. There’s crazy structure in the song, and it got a lot of people talking about it. Tell me about how that came to be.

WS: That was a funny one. That was done in Sweden. One night I started playing with a little idea for a beat and I didn’t think much of it. The next day, I was working with some other folks, and I just played it to them, and they were excited about it. We had the whole first part, the bit before the “Let me put it down another way,” and we had the whole rap part. The intro of the song right now as it is was originally the outro. We only had the beat for the second verse. We wrote the whole first verse, and we spent a couple of hours on it. Then we listened to it and said, “This is not good enough.”

The beat is really strong, but let’s put it the bin and start another verse again. Then it all fell into place. I said, “What do we do now? Let’s do something crazy, let’s try to change the tempo, and do something completely random.” That’s when the “I got a boy 멋진! I got a boy 착한!” verse came up. And that was it! It just went on from that.

SB: The flow of the song, from verse to verse, it almost plays with the listener’s ear, doesn’t it?

WS: Absolutely. Because usually, you can try to do that with the sound and it can come out very disjointed, but for some reason, this didn’t sound disjointed in a way where you didn’t want to listen to it. The disjointedness in this is almost asking you to listen to it.

[Indotrans]

SB : mari berbicara mengenai “IGAB” SNSD sekarang. ada struktur yang begitu gila di lagu itu, dan banyak orang-orang membicarakannya. Beritahu aku mengenai bagaimana lagu itu bisa menjadi seperti itu.

Will Simms : lagu itu adalah satu-satunya yang lucu. lagu itu diselesaikan di Sweden. Satu malam aku memulainya dengan memainkan sedikit ide dengan sebuah irama dan aku tidak banyak memikirkan itu. di hari selanjutnya, aku bekerja bersama beberapa sanak saudaraku, dan aku hanya memainkan itu untuk mereka, dan mereka begitu bahagia dengan hal itu. Kami melengkapi bagian pertama, hanya sedikit sebelumnya ““Let me put it down another way,” dan kami melengkapi bagian rappnya. Intro lagu itu saat ini merupakan original dari outro. Kami hanya memberikan irama untuk dua bait lagu. Kami menulis syair pertama, dan kami menghabiskan waktu berjam-jam untuk hal itu. Kemudian kami mendengarkannya dan berkata “ini tidak cukup bagus”.

Irama tersebut benar-benar kuat, namun mari letakkan irama itu pada tempatnya dan mulai dengan syair yang lain lagi. Kemudian seluruh syair tersebut menjadi dalam satu bagian. Aku berkata “apa yang harus kita lakukan sekarang? ayo lakukan sesuatu yang gila, ayo coba ubah temponya, dan lakukan sesuatu sepenuhnya secara sembarangan” itulah saat-saat dimana syair “I got a boy 멋진! I got a boy 착한!” terbentuk. dan yah itulah.! syair tersebut datang dari itu semua.

SB : Mengalirkan lagu, dari irama ke irama, hampir dimainkan dengan telinga pendengar, bukankah begitu?

Will Simms : Tentunya. Karena biasanya, kalian bisa mencoba melakukan itu dengan suara dan itu bisa terbentuk secara tidak teratur, namun untuk beberapa alasan, lagu ini tidak akan terdengar secara teratur pada suatu kesempatan dimana kalian tidak ingin mendengarkannya. Ketidakteraturan dalam lagu ini hampir meminta kalian untuk
mendengarkannya.

Source seoulbeats.com
via : Ohkpop
Indotrans by SNSD Indonesia Update

Penulis: mayang koto

Crafter and gardener

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s