Arsip

Kerropi dan Rilakkuma

Sebelumnya disini aku udah cerita kalo aku nemu pola amigurumi keroppi dan berniat membuat boneka itu. Dan beberapa hari setelah idul fitri, boneka itu siap

tadaaaaa beginilah penampakannya

keroppi

ni penampakan rilakkuma yang kubikin, cuma kepalanya aja yang jadi. Abis polanya bahasa jepang sih. Aku jadi puyeng ngerjainnya, karena gak ngerti sama sekali :(

rilakkuma

Aku pake benang-benang ini :

thread

benangnya kubeli di Benang Rajut Q II

Peralatan tempurku :D

needle

Ada SPN, DPN, Circular Needle, Crochet Hook, Cable needle. Dikit baru koleksiku n ini bukan koleksi jarum yang bagus n mahal. Pengen punya Addi knitting needle. Pi sayang 1 paket jarumnya lebih sejuta :(

Paddington Bear Pattern

Aku menemukan pattern amigurumi yang bagus di internet, hehehe. Rencananya mo nyari pattern amigurumi rilakkuma. Soalnya pola amigurumi rilakkuma yang ku punya itu dalam bahasa jepang, mumet bacanya -_- . Tadi aku coba cari-cari tutorial amigurumi rilakkuma gak ketemu. Di youtube cuma ada tutorial pembuatan kepala rilakkuma aja :D .

Tapi pas tadi nyari-nyari pattern rilakkuma, nemu pattern keroppi disini, pengen kubikin juga, soalnya seobab kan suka ama keroppi. Pengen buatin ini buat dia :)

Ni amigurumi bear yang kusebut di judul artikel ini :

Sekali liat langsung berasa kalo ni boneka beruang lucu banget, jadi pengen bikin :) . Pola bisa di lihat disini

Kalo mau pola gratis amigurumi berbagai bentuk bisa dilihat disini dan disini. Met merenda :)

My first doily

Salah satu resolusiku dalam dunia merenda/crochet adalah membuat doily motif nanas. Doily itu ya bisa dibilang taplak bulat gitu deh. Berikut penampakan doilyku

1

Aku make benang ICT warna putih tulang dari Thalenta trus make hakpen ukuran 7/0 yang kubeli di Thalenta juga. Agak nyesel juga make jarum ukuran segitu karena jadinya rada renggang gitu. Tapi gak papa, pas udah selesai tetep indah dipandang mata :P . Pola aku ambil dari buku Ondori Doily apa gitu, lupa :D . Itu buku jepang punya, polanya berbentuk gambar, jadi gampang dipahami. Kalo knitting aku bisa baca pola tulisan, tapi kalo crochet wah aku masih belum bisa :(

Oiya pas doily ini selesai langsung aku ukur. Diameternya lebih kurang 35 cm. Setelah  itu aku blocking supaya hasil rajutan solid dan jadi lebih lebar. Blocking sangat diperlukan baik untuk knitting maupun crocheting. Setelah diblocking diameternya nambah jadi 38 cm :)

Bagaimana Cara Menghitung Tensi atau Gauge

Standard Yarn Weight System merupakan patokan para perajut yang senang dengan aturan baku.
Bagi para perajut yang senang mengeksplorasi penggunaan jenis benang dan jarum atau perajutyang menyukai aturan baku tapi Standard Yarn Weight System tidak tersedia di benang yang kamu beli, ada cara menghitung tensi atau gauge rajutan agar produk yang dihasilakan sesuai dengan yang diinginkan. Caranya?

  • Ukurlah produk yang akan dibuat sepanjang apa (dalam cm)
  • Ambilah benang dan jarum yang akan digunakan untuk membuat produk.
  • Lalu rajutlah seseuai motif yang diinginkan sebanyak 10st atau kelipatan motif yang akan dipakai.
  • Rajutlah sekitar 10 baris
  • Ukurlah hasil contoh rajutan tersebut (dalam cm)
  • Lalu hitunglah jumlah stich yang harus dibuat untuk menghasilkan produk yang diinginkan

(10 atau kelipatan motif)x ukuran produk yang akan dibuat
Jumlah stitch yang harus dibuat =  ———————————————————————-
panjang contoh hasil rajutan

nah itulah cara menghitung gauge tanpa alat atau tanpa menggunakan Standard Yarn Weight System.
semoga bermanfaat.

source : http://byhandkinkin.blogspot.com/

Sistem Standar Ketebalan Benang Rajut & Renda

(Standard Yarn Weight System for Knitting & Crochet)

Standard Yarn Weight System ini kurang popular atau jarang digunakan oleh para industri benang rajut (knitting) dan renda (crochet) di Indonesia. Padahal standard ini mempermudah para perajut (Knitter) ataupun perenda (crochetter) yang akan berkarya. Hal ini mungkin disebabkan oleh minimnya idustri pembuat knitting /crchetting yarn handmade di Indonesia.

Di Indonesia para knitter ataupun crochetter sering kali disuguhi benang tanpa identitas ataupun keterangan yang memadai. Dibeberapa negara lain identitas benang cukup memadai dari peruntukan benang sampai berat benang tersebut. Idealnya setiap gulung benang terdapat Standard Yarn Weight System.

Standard Yarn Weight System ini bukanlah standard berat benang seperti yang terbaca dari namanya, tetapi adalah standard ketebalan (diameter) dari suatu benang dan penggunaan jarum knitting atau pun jarum crochet sehingga untuk menghasilkan selembar rajutan berukuran 10 x 10cm diperlukan berapa stich atau yang biasa disebut dengan tensi (gauge).

Mari kita amati lebih dalam tentang tabel Standard Yarn Weight

Tabel ini di ambil dari Vogue
Standard Yarn Weight System memiliki 8 baris dimana baris 1 sampai 5 digunakan untuk Knitting sedangkan baris 1, 2, 6, 7, dan 8 digunakan untuk Crochetting.

Standard Yarn Weight System untuk Kniitting :

  • Baris ke 1 adalah Simbol dan nama benang
  • Baris ke 2 adalah jenis benang
  • Baris ke 3 adalah banyaknya chain (rantai) yang dibuat, sehingga menghasilkan ukuran 4’x4′ atau 10mm x 10mm.
  • Ukuran jarum rajut dapat terlihat di baris ke 4 dan ke 5. Baris ke 4 adalah ukuran jarum dalam satuan mm, sedangkan pada baris 5 menggunakan standard US (jarang digunakan di Indonesia –> dapat diabaikan)

Standard Yarn Weight System untuk Crochetting :

  • Baris ke 1 adalah Simbol dan nama benang
  • Baris ke 2 adalah jenis benang
  • Baris ke 6 adalah banyaknya cast on (simpul awalan) yang dibuat untuk contoh dengan menggunakan motif stockinette sehingga menghasilkan ukuran 4’x4′ atau 10mm x 10mm.
  • Ukuran jarum rajut dapat terlihat di baris ke 4 dan ke 5. Baris ke 7 adalah ukuran jarum dalam satuan mm, sedangkan pada baris 8 menggunakan standard US (jarang digunakan di Indonesia –> dapat diabaikan).

Tapi sayangnya, benang-benang di Indonesia tidak ada yang menggunakan  Standard Yarn Weight System sehingga diperlukan cara untuk mengetahui tensi atau gauge saat akan membuat produk.

source : http://byhandkinkin.blogspot.com/

Tabel Konversi Crochet Hook & Knitting Needle

cr : http://cottonandcloud.com

Crochet Hook Sizes Conversion Chart: Metric, Japanese, UK / Canadian & US

Crochet Hook Size Conversion Table
Metric (mm) Japanese UK / Canadian US
2 2/0 14 -
2.25 3/0 13 B/1
2.5 4/0 12 -
2.75 - - C/2
3 5/0 11 -
3.25 - 10 D/3
3.5 6/0 9 E/4
3.75 - - F/5
4 7/0 8 G/6
4.5 - 7 7
5 8/0 6 H/8
5.5 - 5 I/9
6 10/0 4 J/10
6.5 - 3 K/10 1/2
7 - 2 -
8 - 0 L/11
9 - 00 M/13
10 - 000 N/15

Knitting Needle Size Conversion Chart: UK, US and Japanese

Metric (mm) UK US Japan
1.25 16 000 -
1.5 15 00 -
1.75 - - -
2 14 0 0
2.25 13 1 -
2.5 - - 1
2.75 12 2 2
3 11 - 3
3.25 10 3 4
3.5 - 4 5
3.75 9 5 5
4 8 6 6
4.25 - - 7
4.5 7 7 8
4.75 - - 9
5 6 8 10
5.5 5 9 11
5.75 - - 12
6 4 10 13
6.25 - - 14
6.5 3 10 1/2 15
7 2 - 7
7.5 1 - -
8 0 11 8
9 00 13 9
10 000 15 10
12 - 17 -
16 - 19 -
19 - 35 -
25 - 50 -

Tas Serut


Sebelumnya disini , aku udah cerita kan bahwa dari benang sembur coklat itu aku gak cuma bikin kantong hp aja. Tapi juga tas serut yang lumayan panjangnya :D . Aku dapetin pola untuk ngebikin tas itu dari buku Teknik Merajut Untuk Pemula karangan Noe Idris terbitan Kawan Pustaka. Tapi di buku itu kan jadinya tasnya kecil. Olehku, tu pola aku jadiin panjang ke atas supaya tasnya jadinya juga panjang. Mamaku bangga liat hasilnya loh, seneng aku :mrgreen:

Aku juga make sedikit benang putih. Niatku sih supaya tu benang sembur cukup. Takutnya kalo gak cukup terpaksa beli lagi, dan aku sama sekali gak ada keinginan buat beli benang kayak gitu lagi. Untunglah tu benang sembur akhirnya cukup. Malah masih ada sisanya :P